-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Gas Pol Pasca Pelantikan, KJI Sulsel Siapkan Raker Strategis Setelah Idul Fitri

19 Februari 2026 | 19 Februari WIB Last Updated 2026-02-19T14:16:05Z

SIDRAP – Belum genap sepekan setelah resmi dilantik pada 14 Februari lalu, mesin organisasi Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) Sulawesi Selatan mulai dipanaskan. Ketua KJI Sulsel, Edy Basri, menegaskan pihaknya tidak ingin terjebak dalam euforia seremoni dan langsung mengalihkan fokus pada penguatan struktur.


Edy Basri mengumumkan bahwa agenda besar pertama dalam kalender kerjanya adalah pelaksanaan Rapat Kerja (Raker) yang dijadwalkan berlangsung tepat setelah perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah mendatang.


Bagi Edy, Raker ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan momen krusial untuk menyusun roadmap atau peta jalan organisasi periode 2026–2031. Ia menekankan pentingnya organisasi yang memiliki arah gerak yang jelas dan berdampak nyata bagi anggotanya.


"Struktur sudah terbentuk. Sekarang waktunya menyusun arah gerak. Kita tidak ingin organisasi ini hanya hidup saat pelantikan. Bahasa populernya: jangan cuma launching, tapi harus long lasting," ujar Edy pada Kamis (19/2/2026).


Di tengah lanskap media yang terus berubah akibat disrupsi digital, KJI Sulsel memposisikan diri sebagai organisasi yang adaptif. Edy menyadari bahwa isu akurasi informasi, kompetisi monetisasi, hingga fluktuasi kepercayaan publik menjadi tantangan berat bagi wartawan saat ini.


Untuk menjawab hal tersebut, Raker mendatang akan menitikberatkan pada tiga pilar utama:


 • Penguatan Struktur: Ekspansi kepengurusan hingga ke 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.


 • Peningkatan Kapasitas: Program edukasi bagi anggota agar tetap relevan di era digital.


 • Positioning Strategis: Memastikan KJI Sulsel menjadi mitra kritis dan solutif di tengah masyarakat.


Keputusan untuk menggelar Raker pasca-Lebaran diambil agar para pengurus memiliki waktu untuk refleksi selama bulan Ramadan, sehingga dapat hadir dengan energi baru saat eksekusi program dimulai.


"Target kita jelas. Kepengurusan lima tahun ini harus meninggalkan legacy (warisan), bukan sekadar laporan kegiatan. Kalau mau besar, jangan main di zona nyaman," tegasnya menutup pembicaraan.


Dengan komitmen ini, KJI Sulsel bertekad untuk naik kelas, tidak hanya dari segi kuantitas anggota, tetapi juga kualitas program yang mampu memberi pengaruh positif pada kebijakan publik dan dunia pers di Sulawesi Selatan. (*)

×
Berita Terbaru Update