-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

TENTANG KJI

Titik Awal KJI: Sebuah Gagasan di Kota Padang


Sejarah tidak pernah lahir dari ruang hampa. Ia bermula dari keresahan, visi, dan nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi. Kisah Perkumpulan Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) bermula di sebuah sudut kantor di Kota Padang, Sumatera Barat. Di sana, seorang putra daerah, seorang Anak Nagari yang dikenal teguh memegang prinsip kebersamaan dan persaudaraan, menjadi tuan rumah bagi sebuah diskusi yang akan mengubah peta kolaborasi pers di tanah air.


Dalam perbincangan hangat tersebut, Andarizal bersama Mukthisar. Dua jurnalis ini memiliki frekuensi yang sama, sebuah kegelisahan untuk menyatukan insan pers dalam wadah yang lebih solid dan saling menguatkan. Dari sinilah, nama Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) pertama kali dicetuskan.


Membangun Fondasi dan Legitimasi


Gagasan besar tersebut segera ditransformasikan menjadi langkah nyata. Andarizal dan Mukthisar merangkul rekan-rekan sesama insan pers untuk membentuk tim inti. Kesadaran akan pentingnya kepatuhan hukum menjadi prioritas utama. Sebuah organisasi pers tidak hanya harus memiliki integritas moral, tetapi juga keabsahan administratif yang diakui negara.


Dukungan pun mengalir dari tokoh-tokoh penting. Joni Putera, SH, seorang pengusaha visioner di Kota Padang, memberikan dukungan penuh agar KJI segera memiliki payung hukum. Begitu pula dengan tokoh adat dan akademisi terkemuka, Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, Dt. Nan Sati, M.Si. (Ketua LKAAM Sumbar), yang hadir sebagai sosok penyantun guna memastikan KJI berdiri tegak sebagai organisasi yang legal dan berwibawa.


Pada tanggal 25 November 2023, KJI resmi mengukuhkan eksistensinya secara hukum melalui Akta Pendirian No. 35 di hadapan Notaris H. Indra Jaya, SH. Tak lama berselang, pemerintah melalui SK MENKUMHAM RI No. AHU. 0011133.A.01.07.Tahun 2023 secara resmi mengakui KJI sebagai entitas organisasi yang sah di Republik Indonesia.


Restu Tokoh Pers dan Struktur Organisasi


Setelah fondasi hukum kokoh, KJI melangkah lebih jauh untuk mencari bimbingan dari para senior pers. Langkah strategis diambil dengan menemui Dr. Ir. Basril Basyar M.M., tokoh pers Sumatera Barat yang sangat dihormati dan pemegang Pers Card Number One. Kehadiran beliau sebagai Dewan Pembina menjadi pilar moral dan profesional bagi perjalanan organisasi ke depan.


Markas besar atau pusat komando kemudian ditetapkan di Jalan Delima No. 77F Ujung Gurun, Kota Padang. Di bawah kepemimpinan Andarizal sebagai Ketua Umum, tersusunlah struktur organisasi yang diisi oleh figur-figur berintegritas tinggi:


 • Dewan Penasihat: Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, M.Si, dan H. Hendra Saputra, S.H., M.Si. Mastilizal Aye, SH

 • Dewan Pembina: Dr. Ir. Basril Basyar M.M.

 • Dewan Etik: Sukri Umar, S.Pt., M.Si., Dt. Pado Basa.

 • Dewan Kehormatan: Ir. Irfendi Arbi, M.P, dan Helmy Susanti, S.H.

 • Dewan Pengawas: Joni Putera Sikumbang, S.H. (Ketua), Moudy Intan Fandini, S.T., dan Andi Irman.


Visi Kedepan: Persaudaraan Tanpa Batas


KJI didirikan bukan sekadar menambah daftar organisasi pers, melainkan untuk membawa misi mulia. Membangun Ekosistem Pers yang Berlandaskan Gotong Royong. KJI hadir untuk memastikan bahwa jurnalis tidak berjuang sendirian.


Dengan prinsip yang teguh pada Pancasila dan UUD 1945, serta menjaga jarak yang sehat dari kepentingan organisasi massa (ormas) maupun organisasi politik (orpol), KJI bergerak mandiri. Fokus utamanya adalah menghimpun seluruh rekan pers dari Sabang hingga Merauke, memastikan terciptanya pers yang bebas, profesional, sejahtera, dan bermartabat demi tegaknya demokrasi di Indonesia.

 

"Dari Padang untuk Indonesia, KJI melangkah dengan semangat kolaborasi untuk martabat jurnalis di seluruh Nusantara."


Padang, 29 November 2023