LIMA PULUH KOTA - 25 MEI 2026 - Berdasarkan ketetapan pemerintah, Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Momentum sakral ini kembali hadir sebagai waktu yang tepat untuk melakukan refleksi spiritual mendalam, utamanya dalam mempertebal ketaatan kepada Sang Pencipta, mengasah keikhlasan berkorban, serta memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Pesan kesejukan dan siraman rohani ini disampaikan oleh Bupati Lima Puluh Kota periode 2016–2021, Irfendi Arbi. Beliau mengajak seluruh umat Muslim, khususnya di Luhak Limopuluah, untuk menggali dan meresapi hikmah mendalam di balik perayaan Idul Adha tahun ini.
Menurut Irfendi Arbi, esensi utama dari Hari Raya Kurban adalah mengenang kembali kisah keteladanan agung Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Keduanya telah mendemonstrasikan sebuah kepatuhan yang tanpa syarat terhadap perintah Allah SWT.
Kisah ini menjadi tamparan sekaligus pengingat bagi manusia modern saat ini untuk selalu mendahulukan perintah agama di atas kepentingan pribadi, ambisi, maupun ego duniawi. Ketaatan sejati adalah ketika seorang hamba mampu menundukkan keinginannya demi meraih rida Sang Pencipta.
Ibadah kurban mengajarkan hakikat bahwa setiap pengorbanan yang dilakukan oleh seorang manusia, baik berupa harta, waktu, pikiran, maupun tenaga harus berdiri di atas fondasi keikhlasan yang kokoh.
"Berkurban bukan sekadar tentang menyembelih hewan, melainkan tentang menyembelih sifat-sifat egois dan kikir di dalam diri. Setiap tetes darah hewan kurban yang mengalir menjadi saksi atas keikhlasan hati kita kepada Allah SWT," ujar Irfendi Arbi.
Secara horizontal, Idul Adha adalah momentum emas untuk merajut kembali tali persaudaraan (ukhuwah Islamiyah). Melalui syariat pembagian daging kurban, Islam secara tegas mendobrak batasan dan sekat-sekat status sosial.
Pada hari tersebut, tidak ada perbedaan antara si kaya dan si miskin. Semua menikmati kegembiraan yang sama. Melalui distribusi hewan kurban, kepedulian sosial diperkuat, dan kaum yang membutuhkan dapat merasakan kehangatan serta kebahagiaan bersama.
Bersamaan dengan gemuruh takbir di tanah air, jutaan umat Muslim di Tanah Suci sedang melaksanakan puncak ibadah haji. Irfendi Arbi menyebut momentum ini membawa pesan rohani yang sangat kuat tentang persamaan derajat seluruh umat manusia di hadapan Allah SWT.
Tidak ada yang membedakan manusia selain kadar ketakwaannya. Hal ini menjadi pemantik semangat bagi kita semua untuk melakukan 'hijrah' spiritual, sebuah perpindahan menuju pribadi yang lebih baik, lebih bersih, dan lebih bermanfaat bagi sesama.
Semoga perayaan Idul Adha 1447 H / 2026 M ini tidak berlalu begitu saja sebagai ritual tahunan, melainkan menjadi momentum transformasi spiritual yang membersihkan jiwa dan mempererat kepedulian sosial kita. Selamat Hari Raya Idul Adha, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Pada akhirnya, gema takbir yang berkumandang di seluruh pelosok Luhak Limopuluah tidak boleh menguap begitu saja bersama berlalunya hari. Irfendi Arbi menitipkan pesan mendalam bahwa esensi tertinggi dari perayaan ini adalah sejauh mana hati kita ikut "tersembelih" dari ego, kesombongan, dan sifat kikir yang seringkali membelenggu kemanusiaan kita.
Di tengah gerimis berkah Idul Adha 1447 H ini, mari kita tundukkan kepala sejenak. Ingatlah bahwa di sekitar kita, masih ada tangan-tangan yang gemetar menahan lapar, ada mata-mata yang berkaca-kaca menatap riuhnya perayaan, dan ada hati-hati yang sunyi merindukan uluran kepedulian. Sepotong daging kurban yang kita antarkan ke pintu rumah mereka mungkin bernilai biasa bagi kita, namun bagi mereka, itu adalah jawaban atas doa-doa panjang yang mereka langitkan di sepertiga malam.
"Ibadah kurban adalah jembatan yang menghubungkan antara cinta kita kepada Sang Pencipta dengan kasih sayang kita kepada sesama makhluk-Nya. Jangan biarkan Idul Adha kali ini berlalu tanpa meninggalkan jejak kebaikan di hati orang lain," tutur Irfendi dengan nada penuh ketulusan.
Mari jadikan momentum Rabu, 27 Mei 2026 ini sebagai titik balik untuk mensucikan harta, membersihkan jiwa, dan merajut kembali tali persaudaraan yang sempat merenggang. Semoga setiap tetes darah hewan kurban yang mengalir ke bumi menjadi saksi pembebas kita di akhirat kelak, dan melahirkan keberkahan yang melimpah bagi seluruh masyarakat Kabupaten Lima Puluh Kota.
Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H / 2026 M. Mari berbagi dengan ikhlas, mari mengetuk pintu langit dengan takwa, dan mari memeluk sesama dengan cinta yang tulus. Mohon maaf lahir dan batin. (And)
