-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Gencar Berantas Tambang Ilegal dan Penimbunan Solar, Ditreskrimsus Polda Sumbar Dihantam Serangan Opini Liar

29 Mei 2026 | 29 Mei WIB Last Updated 2026-05-29T11:16:56Z


PADANG - 29 MEI 2026 - Di tengah masifnya operasi penindakan terhadap kejahatan ekonomi dan sumber daya alam (SDA), Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Barat kini diterpa gelombang fitnah dan serangan opini di media sosial. Serangan tersebut diduga sengaja diembuskan oleh oknum-oknum yang merasa terusik dengan langkah tegas aparat penegak hukum.


Di bawah komando Kombes Pol Andry Kurniawan, Ditreskrimsus Polda Sumbar belakangan ini memang gencar memberantas aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di sejumlah wilayah rawan. Tidak hanya itu, aparat juga membidik praktik penimbunan dan penyalahgunaan solar subsidi yang memicu kelangkaan BBM di tengah masyarakat.


Menanggapi fenomena serangan balik tersebut, Kombes Pol Andry Kurniawan menegaskan bahwa jajarannya tetap konsisten dan tidak akan mundur selangkah pun dalam menegakkan hukum.


"Kami tegaskan, Ditreskrimsus Polda Sumbar tetap konsisten dan tidak akan mundur dalam melakukan penegakan hukum terhadap segala bentuk kejahatan sumber daya alam maupun kejahatan ekonomi, termasuk aktivitas PETI serta penyalahgunaan dan penimbunan BBM subsidi," ujar Andry dalam keterangan tertulisnya.


Saat ini, lanjut Andry, personelnya terus bergerak melakukan upaya pencegahan, penindakan, dan penyelidikan di berbagai wilayah yang terindikasi terjadi aktivitas ilegal. Ia memastikan tidak ada toleransi bagi pihak-pihak yang merusak lingkungan dan merugikan negara demi keuntungan pribadi.


Terkait berbagai tudingan miring yang berkembang di media sosial, Ditreskrimsus Polda Sumbar memastikan seluruh personel bekerja secara profesional, transparan, dan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Masyarakat pun diimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi yang sengaja dipelintir untuk membentuk persepsi negatif terhadap institusi kepolisian.


"Kami menduga ada pihak-pihak tertentu yang merasa terganggu dengan langkah penegakan hukum yang sedang dilakukan, sehingga mencoba melakukan serangan opini maupun fitnah untuk melemahkan konsentrasi aparat. Namun hal tersebut tidak akan mengganggu komitmen kami," tegasnya.


Langkah keras Polda Sumbar dalam beberapa bulan terakhir dinilai mulai menyentuh akar masalah. Operasi penertiban tambang ilegal tidak lagi sekadar menyasar pekerja lapangan, melainkan sudah mulai menelusuri dugaan keterlibatan para cukong, pemodal, hingga jalur distribusi hasil tambang ilegal yang selama ini merusak ekologi dan mencemari sungai.


Di sektor energi, penindakan terhadap mafia solar bersubsidi juga diintensifkan guna menjawab keluhan masyarakat terkait kelangkaan BBM di berbagai daerah, yang diduga sengaja diselewengkan untuk kepentingan industri ilegal.


Melihat pola yang terjadi, pengamat hukum dan kebijakan publik menilai bahwa munculnya narasi liar dan serangan balik (counter-attack) di media sosial merupakan pola klasik. Fenomena ini kerap muncul ketika penegakan hukum mulai menyentuh gurita bisnis dan kepentingan kelompok tertentu yang selama ini menikmati keuntungan besar dari praktik ilegal yang merugikan negara dan masyarakat.


Namun, pihak Polda Sumbar kembali menegaskan bahwa siapapun yang terlibat, baik pelaku lapangan, pemodal, hingga pihak yang membekingi aktivitas ilegal tersebut akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.  (And) 

×
Berita Terbaru Update