-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Membasuh Jiwa di Ambang Ramadhan, Pesan Sejuk dari Rumah Gonjong

17 Februari 2026 | 17 Februari WIB Last Updated 2026-02-17T10:56:38Z

PADANG - 17 FEBRUARI 2026 - Di ambang pintu Ramadhan 1447 H, ketika aroma marandang mulai tercium dari dapur-dapur warga dan surau-surau mulai berbenah, sebuah pesan hangat mengalir dari jantung pemerintahan Sumatera Barat. Gubernur Mahyeldi Ansharullah, S.P., M.M., menyampaikan untaian doa dan harapan yang melampaui sekadar formalitas pejabat publik, sebuah seruan yang menyentuh relung spiritual masyarakat.


Dalam narasi yang disampaikannya, Mahyeldi menitikberatkan pada aspek kekuatan dan kesehatan. Beliau menyadari bahwa menjalankan ibadah satu bulan penuh bukan sekadar menahan lapar, melainkan sebuah maraton spiritual yang membutuhkan ketahanan fisik yang diberkahi.

 

 "Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan, kesehatan, dan keberkahan kepada kita semua," tulisnya.


Kalimat ini menjadi pengingat bahwa kesehatan adalah modal utama untuk menjemput rahmat Tuhan di bulan yang penuh kemuliaan ini.


Tidak ada Ramadhan yang sempurna di tanah Minangkabau tanpa ritual pembersihan hati. Ucapan "Mohon maaf lahir dan batin" yang disampaikan sang Gubernur menjadi simbol dari tradisi mandi balimau secara maknawi, membersihkan diri dari residu silap dan salah sebelum melangkah ke gerbang suci.


Beliau memotret Ramadhan bukan hanya sebagai perjalanan vertikal menuju Sang Khalik, tetapi juga perjalanan horizontal untuk:

 

• Menebar Kedamaian: Menciptakan suasana yang tenang di tengah masyarakat.


 • Merajut Silaturahmi: Mempererat kembali simpul-simpul persaudaraan yang mungkin sempat merenggang oleh kesibukan duniawi.


Narasi ini ditutup dengan harapan agar Ramadhan 1447 H menjadi momentum transisi. Bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah fase di mana kedamaian menyatu dengan keberkahan. Sebuah doa yang diamini oleh jutaan jiwa, Aamiin Ya Rabbal Alamin.


Dengan semangat yang dibawa oleh pemimpinnya, masyarakat Sumatera Barat diajak untuk memasuki bulan suci dengan kepala tegak dan hati yang lapang, siap mendulang pahala di bawah naungan rahmat-Nya.  (And) 

×
Berita Terbaru Update