Gambar Ilustrasi
Pernahkah kita membayangkan bahwa saat kita menahan lapar dan dahaga, di dalam tubuh kita sedang terjadi sebuah operasi pembersihan besar-besaran?
Dalam video singkat yang viral di medsos baru-baru ini kita saksikan dan, telah membuka mata kita pada sebuah fenomena biologis luar biasa bernama Autofagi. Secara harfiah berarti "memakan diri sendiri", istilah ini mungkin terdengar ekstrem. Namun, dalam dunia medis, ini adalah mekanisme pertahanan hidup yang paling cerdas.
Melalui penelitian Yoshinori Ohsumi, peraih Nobel asal Jepang, kita kini memahami bahwa tubuh manusia memiliki "sistem daur ulang" otomatis. Ketika asupan nutrisi berhenti selama 12 hingga 16 jam, sel-sel tubuh tidak tinggal diam. Mereka mulai mencari komponen yang rusak, seperti protein basi atau bakteri jahat untuk dihancurkan dan diubah menjadi energi baru.
Ini adalah bentuk efisiensi tingkat tinggi. Tubuh kita secara mandiri:
• Melakukan Regenerasi: Mengganti sel tua dengan yang baru dan lebih sehat.
• Detoksifikasi Alami: Membersihkan racun tanpa perlu bantuan suplemen mahal.
Benteng Penyakit: Mengurangi risiko penuaan dini hingga pencegahan kanker.
Menariknya, apa yang ditemukan oleh sains modern melalui mikroskop, telah dipraktikkan oleh umat Islam selama berabad-abad melalui ibadah puasa. Ini menjadi bukti indah bahwa perintah agama seringkali menyimpan rahasia kesehatan yang mendalam. Puasa bukan hanya tentang menahan nafsu atau mengejar pahala, tetapi merupakan cara Tuhan "menyervis" mesin tubuh kita agar tetap prima.
Kesehatan bukan hanya tentang apa yang kita masukkan ke dalam tubuh, tetapi juga tentang memberikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat dan membersihkan dirinya sendiri. Autofagi adalah pengingat bahwa di dalam diri kita terdapat sistem pemulihan yang ajaib, asalkan kita memberinya kesempatan untuk bekerja.
Padang, 21 Februari 2026
Oleh: Andarizal
