-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Resiliensi Air Minum Kota Padang, Catatan KJI atas Kelincahan PAM di Tengah Badai 2025

13 Februari 2026 | 13 Februari WIB Last Updated 2026-02-13T06:37:20Z

PADANG - Banjir besar yang menerjang Sumatera pada penghujung 2025 bukan sekadar bencana alam, ia adalah "stress test" bagi sistem pelayanan publik. Di Kota Padang, sektor air minum sempat berada di titik nadir ketika 90% layanan lumpuh total. Namun, dalam catatan Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI), respons yang ditunjukkan oleh Perumda Air Minum (PAM) Kota Padang di bawah komando Hendra Pebrizal memberikan diskursus menarik tentang apa itu "kelincahan organisasi" di tengah krisis.


1. Keberanian Teknis: Strategi "Kanibal" di Garis Depan


KJI menyoroti langkah yang jarang diambil oleh operator air minum dalam situasi normal, Strategi Kanibal Pipa. Alih-alih menunggu rantai pasok material baru yang birokratis dan memakan waktu, tim teknis memanfaatkan material layak pakai dari titik lain untuk membangun sembilan intake darurat.


Hasilnya nyata. Dalam waktu kurang dari satu bulan, tepatnya 24 Desember 2025, layanan yang tadinya lumpuh berhasil dipulihkan hingga 99%. Kecepatan ini, menurut analisis KJI, melampaui standar pemulihan pasca-bencana pada umumnya dan menunjukkan efektivitas komando di lapangan.


2. Mitigasi Sosial: Empati di Atas Angka


Bencana ini memukul finansial PAM Padang dengan kerugian fisik Rp45 miliar dan penurunan tagihan (DRD) sebesar Rp5,5 miliar. Namun, catatan KJI memberikan poin plus pada kebijakan diskon 50% bagi 90.000 pelanggan terdampak.


  "Keputusan memberikan kompensasi di saat perusahaan merugi adalah langkah manajemen krisis yang matang. Ini bukan soal angka, tapi soal menjaga kontrak sosial dengan warga yang sedang berduka," tulis tim analis KJI.


3. Tantangan yang Belum Usai: Kualitas di Ujung Pipa


Meski secara kuantitas layanan pulih 99%, KJI tetap memberikan catatan kritis pada aspek kualitas:


 • Masalah Turbiditas: IPA Gunung Pangilun yang hanya mampu beroperasi 70-80% menunjukkan bahwa sistem kita masih kalah telak oleh kekeruhan air baku akibat kerusakan hulu.


 • Tekanan Air: Warga di wilayah ujung jaringan masih melaporkan tekanan air yang lemah, menandakan normalisasi pipa distribusi belum sepenuhnya tuntas.


4. Menatap Proyek Rp440 Miliar: Investasi atau Reaksi?


Langkah PAM menggandeng Kementerian PU untuk proyek multiyears senilai Rp440 miliar (termasuk IPA New Gunung Pangilun) dipandang KJI sebagai langkah strategis untuk memutus siklus kerusakan berulang.


Namun, pelajaran paling berharga justru datang dari IPA Sikayan. Tetap beroperasinya IPA ini karena kawasan hutannya yang terjaga membuktikan bahwa mitigasi non-struktural (pelestarian hutan hulu) jauh lebih efektif dan murah dibandingkan membangun beton reservoir yang mahal.


PAM Kota Padang telah menunjukkan "kelincahan" yang luar biasa dalam fase tanggap darurat. Keberhasilan memulihkan layanan di akhir 2025 adalah prestasi teknis yang patut diapresiasi. Kini, tantangan bagi Dirut Hendra Pebrizal adalah memastikan bahwa proyek infrastruktur raksasa ke depan tidak hanya soal membangun fisik, tapi juga menjaga ekosistem air baku agar badai berikutnya tidak lagi melumpuhkan kota.


Sebagai jurnalis, angka-angka di bawah ini adalah bukti objektif dari "kelincahan" yang disebutkan dalam artikel. 

Berdasarkan data di atas, KJI merangkum evaluasi kinerja Dirut Hendra Pebrizal dalam format yang lebih tajam:


1. Keberhasilan Operasional: "The Power of Improvisation"


Strategi kanibal pipa yang diterapkan bukan sekadar akal-akalan teknis, melainkan bentuk Agile Management. Di tengah birokrasi pengadaan barang yang biasanya kaku, keberanian mengambil keputusan teknis di lapangan adalah kunci mengapa warga Padang tidak perlu menunggu berbulan-bulan untuk mendapatkan air kembali.


2. Keberhasilan Sosial: "Crisis Communication & Subsidy"


Pemberian diskon 50% untuk 90.000 pelanggan adalah langkah cerdas untuk meredam potensi gejolak sosial. KJI mencatat bahwa keluhan publik di media sosial relatif terkendali karena adanya kompensasi nyata di tengah penurunan kualitas air (keruh).


3. Keberhasilan Strategis: "Multi-year Synergy"


Kemampuan melobi pusat (Kementerian PU) untuk proyek senilai Rp440 miliar menunjukkan kapabilitas manajerial dalam mengamankan masa depan infrastruktur kota. Namun, KJI akan terus mengawal agar anggaran besar ini tidak hanya menjadi proyek fisik semata.


Titik Lemah (Warning):


  KJI memberikan catatan merah pada ketergantungan terhadap kondisi hulu. Selama normalisasi di hulu belum tuntas, kapasitas produksi 70-80% di IPA Gunung Pangilun akan terus menjadi bom waktu bagi tekanan air di wilayah pinggiran.


Sebagai penutup catatan ini, kami merekomendasikan tiga langkah krusial bagi PAM Kota Padang untuk tahun 2026:


 • Transparansi Proyek: Membuka akses informasi publik terkait progres IPA Taban 3 dan IPA New Gunung Pangilun secara berkala.


 • Audit Lingkungan: Mendorong pemerintah kota untuk memperketat aturan di kawasan hutan lindung sebagai penyangga air baku.


 • Digitalisasi Pengaduan: Memperkuat sistem respon cepat untuk pelanggan di "ujung jaringan" yang masih mengalami tekanan air rendah.   


Padang, 13 Februari 2026

Oleh: Andarizal

×
Berita Terbaru Update