-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Catatan KJI, Menakar Khidmat Hari Pers Nasional dalam Semangat Kolaborasi

10 Februari 2026 | 10 Februari WIB Last Updated 2026-02-10T02:39:24Z

Hari Pers Nasional (HPN) yang kita peringati setiap tanggal 9 Februari bukan sekadar lembaran kalender yang berulang. Bagi kita di Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI), momen ini adalah alarm kesadaran. Di tengah lanskap media yang semakin bising dan terfragmentasi, HPN menjadi titik temu untuk mempertegas kembali, ke mana arah kompas jurnalisme kita?


Dahulu, pers mungkin bergerak sendiri-sendiri dalam semangat kompetisi yang kaku. Namun, KJI lahir dari sebuah keyakinan bahwa era "superman" sudah berakhir, sekarang adalah era "superteam".


Makna HPN bagi KJI bukan tentang siapa yang tercepat mengunggah berita, melainkan bagaimana kita bisa saling menguatkan kapasitas untuk menjaga marwah profesi. Kolaborasi adalah kunci untuk menghadapi gempuran kecerdasan buatan (AI) dan algoritma media sosial yang seringkali menomorduakan akurasi.


Sebagai organisasi yang mewadahi para pegiat informasi, KJI memaknai HPN melalui tiga aksi nyata:


 1. Penguatan Integritas (The Guardian of Truth):


   Di tengah banjir hoaks, insan pers dalam naungan KJI harus menjadi penjernih. HPN adalah momentum untuk melakukan audit internal atas etika jurnalisme kita. Kita tidak boleh terjebak pada jurnalisme clickbait yang menggadaikan kebenaran demi angka kunjungan.


 2. Solidaritas Tanpa Batas:

   KJI memandang HPN sebagai ruang untuk mempererat persaudaraan antar jurnalis. Kita harus saling melindungi, terutama bagi rekan-rekan yang menghadapi intimidasi atau kekerasan saat bertugas di lapangan. Kedaulatan pers adalah tanggung jawab kolektif.


 3. Adaptasi Teknis dan Inovasi:


   Dunia berubah, dan cara bercerita (storytelling) pun harus berevolusi. KJI mendorong setiap anggotanya untuk tidak gagap teknologi, namun tetap menjaga "ruh" jurnalisme yang humanis dan berpihak pada keadilan.


Kita tidak bisa menutup mata bahwa tantangan ke depan semakin kompleks. Tekanan ekonomi media dan penyempitan ruang demokrasi menjadi hantu yang membayangi ruang redaksi.

 

 "KJI hadir bukan untuk menambah deretan nama organisasi tanpa makna. Kita hadir untuk memastikan bahwa jurnalis di pelosok daerah hingga pusat memiliki hak yang sama atas perlindungan hukum, peningkatan kompetensi, dan kesejahteraan yang layak. HPN adalah momentum untuk menyatukan barisan tersebut."


Resolusi KJI untuk Pers Indonesia:


 • Literasi Publik: Jurnalis KJI harus berperan aktif mengedukasi masyarakat agar mampu memilah informasi.


 • Etika di Atas Algoritma: Teknologi adalah alat, namun nurani dan kode etik adalah kemudi utama.


 • Kemandirian Organisasi: Membangun ekosistem media yang sehat secara bisnis namun tetap tajam secara kritik.


Penutup: 


Bagi Kolaborasi Jurnalis Indonesia, Hari Pers Nasional 2026 adalah perayaan atas ketangguhan. Kita tetap ada karena publik masih membutuhkan kebenaran yang terverifikasi. Mari kita jadikan catatan tahun ini sebagai janji untuk terus bergerak bersama, berkolaborasi, dan tetap menjadi suluh di tengah kegelapan informasi.


Selamat Hari Pers Nasional.

Jayalah Pers Indonesia, Jayalah Kolaborasi Jurnalis Indonesia!


Padang, 10 Februari 2026

Oleh: Dewan Pengurus Pusat Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI)

×
Berita Terbaru Update