PADANG - 28 FEBRUARI 2026 - Menanggapi simpang siur informasi terkait dugaan penipuan properti yang melibatkan oknum anggota DPRD Kota Padang berinisial YE, tokoh masyarakat Batang Arau, Alwisray, angkat bicara. Ia menegaskan bahwa sosok YE yang dilaporkan ke Polda Sumbar tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye, SH.
Dikutip dari akun Fesbukers Novri investigasi. Langkah klarifikasi ini diambil Alwisray menyusul berkembangnya spekulasi di tengah warga Muaro Padang. Mengingat YE disebut-sebut sebagai Direktur PT KGB sekaligus anggota dewan, banyak pihak mulai menebak-nebak identitas oknum tersebut, yang berpotensi menyudutkan figur lain dengan latar belakang serupa.
Alwisray secara vokal menyebutkan bahwa identitas YE perlu dibuka secara terang benderang agar tidak terjadi pembunuhan karakter terhadap Mastilizal Aye.
"Perlu diluruskan secara tegas, YE itu bukanlah Mastilizal Aye, SH. Meski beliau juga seorang pengembang dan tokoh penting di DPRD serta Ketua PSSI Kota Padang, kasus ini bukan tentang beliau," ujar Alwisray, Sabtu (28/2).
Menurut Alwisray, Mastilizal Aye yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Padang merupakan figur yang dikenal luas. Oleh karena itu, penggunaan inisial YE dalam kasus hukum PT KGB ini jangan sampai menimbulkan persepsi negatif yang salah sasaran terhadapnya.
Sebagai informasi, kasus ini bermula dari pengaduan seorang konsumen bernama Afrizal (31) ke Mapolda Sumbar. Afrizal melaporkan dugaan penipuan dan perbuatan curang yang dilakukan oleh YE selaku Direktur PT KGB bersama seorang staf pemasaran berinisial BR.
Persoalan ini dipicu oleh urusan pengembangan perumahan yang dianggap merugikan konsumen. Hingga kini, masyarakat menantikan transparansi dari pihak kepolisian untuk mengungkap siapa sebenarnya oknum anggota DPRD berinisial YE tersebut.
Alwisray berharap masalah ini bisa dituntaskan dan diungkap secara transparan oleh pihak berwenang. "Tujuannya agar masyarakat tahu siapa YE sebenarnya dan tidak ada lagi spekulasi liar. Kita ingin kebenaran muncul tanpa merusak nama baik orang yang tidak bersalah," pungkasnya. (And)
