PADANG - Di saat Ramadan 1447 Hijriah mulai mengemas keberkahannya untuk berpamitan, langkah kaki Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, bergema di pelataran Masjid Ikhlas Batu Busuk, Kelurahan Lambung Bukit, Senin malam (16/3/2026).
Kehadiran sosok pemimpin ini bukan sekadar kunjungan formalitas birokrasi, melainkan sebuah ikhtiar untuk merajut kembali simpul spiritual antara umara (pemerintah) dan rakyat di sisa hari yang suci. Memimpin Tim II Safari Ramadan Pemerintah Kota (Pemko) Padang, Maigus Nasir membawa serta misi kepedulian di bawah langit Kecamatan Pauh yang teduh.
Suasana malam di Lambung Bukit yang biasanya sunyi, seketika berubah menjadi hangat. Kedatangan rombongan disambut dengan tangan terbuka oleh para pengurus masjid, tokoh masyarakat, serta jemaah yang telah bersiap menunaikan ibadah salat tarawih.
Di dalam rumah Allah yang sederhana namun sarat kedamaian itu, sekat-sekat jabatan seolah luruh. Yang tersisa hanyalah kekhusyukan dalam saf-saf yang rapat, menyatukan doa-doa yang melangit di malam-malam terakhir bulan penuh ampunan.
Safari Ramadan ini menjadi ruang dialog yang jujur. Melalui momen ini, Pemerintah Kota Padang ingin memastikan bahwa setiap sudut kota, hingga ke pelosok Batu Busuk, tetap merasakan kehadiran dan perhatian pemerintahnya.
"Kehadiran kami adalah bentuk silaturahmi yang tidak boleh terputus. Di penghujung Ramadan ini, kita ingin memastikan bahwa pembangunan tidak hanya soal fisik, tapi juga tentang memperkuat batin dan kebersamaan kita sebagai warga Kota Padang," ungkap pesan yang tersirat dalam kunjungan khidmat tersebut.
Kunjungan Tim II ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kolaborasi adalah energi utama dalam membangun kota. Antusiasme jemaah yang hadir menunjukkan betapa besarnya kerinduan masyarakat akan hadirnya pemimpin di tengah-tengah mereka, mendengarkan keluh kesah, serta berbagi harapan untuk masa depan Padang yang lebih baik.
Malam itu, Masjid Ikhlas tidak hanya menjadi saksi sujud yang panjang, tetapi juga menjadi saksi betapa indahnya kebersamaan yang terjalin saat pemimpin dan rakyat duduk bersila di atas sajadah yang sama, menjemput rido Sang Khalik sebelum fajar kemenangan menyapa. (And)
