-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Lawan Pendangkalan, BWS Sumatera V Padang Normalisasi Muara Batang Pariaman dan Batang Jirak

15 April 2026 | 15 April WIB Last Updated 2026-04-15T07:50:32Z

PARIAMAN – Gemuruh mesin ekskavator kini menjadi simfoni harapan bagi warga di pesisir Kota Pariaman. Sebagai langkah konkret menindaklanjuti instruksi Menteri Pekerjaan Umum, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang baru - baru ini resmi memulai operasi besar pengerukan sedimen di dua titik nadi pengaliran air utama: Muara Batang Pariaman dan Muara Batang Jirak.


Langkah strategis ini diambil bukan tanpa alasan. Seiring waktu, akumulasi sedimen pasir dan lumpur di mulut sungai telah membentuk "benteng" alami yang kian menebal, mengancam kelancaran pembuangan air ke samudra.


Kepala BWS Sumatera V Padang, Naryo Widodo, ST, MT, menegaskan bahwa kegiatan Pengendalian Sedimen Muara ini merupakan prioritas utama dalam mitigasi bencana banjir tahunan. Tidak tanggung-tanggung, pengerukan dilakukan secara intensif di dua lokasi sekaligus:


Batang Pariaman: Normalisasi sepanjang 200 meter untuk memastikan akses utama air kota tetap terbuka.


Batang Jirak: Perluasan dan pendalaman sepanjang 450 meter guna mengurai sumbatan yang selama ini menghantui wilayah sekitarnya.

   

"Kami bergerak cepat mengikuti arahan pusat. Intinya adalah memastikan sungai kembali ke fungsinya yang optimal. Penumpukan sedimen adalah musuh utama saat curah hujan tinggi bertemu dengan pasang air laut," ujar Naryo Widodo.


Secara teknis, muara sungai di Pariaman sering mengalami kendala hidrolika. Ketika sedimen menumpuk, air sungai yang seharusnya meluncur bebas ke laut justru tertahan di muara. Kondisi ini diperparah saat fenomena pasang air laut terjadi, air laut masuk dan tertahan oleh gundukan sedimen, menciptakan efek "backwater" yang memicu luapan ke pemukiman warga.


Dengan pengerukan ini, BWS Sumatera V Padang "membedah" sumbatan tersebut. Aliran air kini memiliki ruang yang lebih luas dan dalam, sehingga risiko banjir dapat diminimalisir secara signifikan.


Bagi masyarakat Pariaman, proyek ini bukan sekadar urusan teknis pekerjaan umum. Bagi para nelayan, muara yang dalam berarti akses melaut yang lebih aman tanpa takut kandas. Bagi warga bantaran, ini adalah jaminan ketenangan saat awan hitam mulai menggantung di langit hulu.


Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen BWS Sumatera V Padang dalam menjaga kedaulatan infrastruktur sumber daya air. Dengan aliran yang kembali lancar, perlindungan terhadap harta benda dan nyawa masyarakat dari ancaman bencana hidrometeorologi menjadi kian nyata.


Kini, Batang Pariaman dan Batang Jirak bersiap kembali ke fungsi alaminya: mengalirkan kehidupan, bukan membawa ancaman.  (And) 

×
Berita Terbaru Update