PESISIR SELATAN – 14 APRIL 2026 - Pembangunan infrastruktur sering kali dipandang sebagai agenda jangka panjang yang baru bisa dinikmati hasilnya setelah proyek usai. Namun, pemandangan berbeda terlihat di sepanjang ruas jalan nasional "Kambang–Inderapura–Tapan". Proyek preservasi jalan yang digawangi oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 PJN Wilayah II Sumatra Barat ini justru memberikan "napas" ekonomi instan bagi warga lokal bahkan sebelum aspal mengering.
Sejak alat berat mulai diturunkan pada pertengahan Maret lalu, geliat ekonomi di pinggir jalur lintas barat Sumatra ini meningkat drastis. Kehadiran puluhan pekerja dari "PT Anatama Konstruksi Utama" menjadi berkah tersendiri bagi para pelaku usaha mikro.
Jumadil (41), salah seorang pemilik warung di area proyek, mengaku omzetnya meningkat sejak pengerjaan dimulai. "Dengan adanya proyek ini, kami warga sangat terbantu. Warung-warung di sini selalu dikunjungi para pekerja, terutama saat jam istirahat. Ini benar-benar dampak yang langsung kami rasakan," ujarnya.
Sinergi ini membuktikan bahwa proyek senilai "Rp5,8 miliar" tersebut tidak hanya mendatangkan material bangunan, tetapi juga daya beli masyarakat yang bergerak dinamis di tingkat akar rumput.
Di sisi teknis, proyek ini mengusung misi krusial, memutus rantai kerusakan jalan yang disebabkan oleh air. Gina Lamria Indriati Tampubolon (PPK 2.4), menegaskan bahwa fokus utama mereka adalah membangun sistem drainase sepanjang 500 meter.
“Saluran air yang ada saat ini mengalami sedimentasi tinggi, sehingga tidak mampu lagi menampung debit air secara optimal. Jika drainase tidak diperbaiki, aspal sebagus apa pun akan cepat rusak karena terendam air,” jelas Gina.
Lingkup pekerjaan yang meliputi rehabilitasi minor, penanganan "holding", hingga pemeliharaan rutin bahu jalan dilakukan secara simultan. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa jalur yang menghubungkan Sumatra Barat dengan Bengkulu dan Jambi ini tetap fungsional dan aman bagi pengguna jalan.
Dengan target rampung pada "31 Desember 2026", proyek ini diharapkan menjadi kado akhir tahun bagi masyarakat Pesisir Selatan. Keberhasilan preservasi jalan ini nantinya akan menurunkan biaya logistik dan mempercepat waktu tempuh antarprovinsi.
Bagi warga setempat, proyek ini adalah manifestasi dari kehadiran pemerintah yang mendengarkan keluhan mereka. Sinergi antara perbaikan infrastruktur nasional dan pemberdayaan ekonomi lokal di jalur Kambang–Tapan ini menjadi standar baru bagaimana sebuah proyek pembangunan harusnya berdampak: bermanfaat bagi pengendara, menguntungkan bagi warga sekitar.
"Terima kasih PJN Wilayah II," pungkas para warga, mengapresiasi langkah nyata pemerintah yang mengubah keluhan menjadi harapan baru di jalur lintas barat.
(And)
