Kepala Satuan Kerja (Kasatker) PJN Wilayah II Sumbar, Masudi, ST, menegaskan bahwa kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, khususnya di jalur utama logistik Lintas Sumatra, merupakan prioritas utama pihaknya.
“Kami sangat berterima kasih atas masukan dan kontrol sosial dari masyarakat. Saat ini, tim pelaksana di lapangan bersama kontraktor PT Anatama Konstruksi Utama sudah berada di lokasi dan proses perbaikan sedang berjalan. Kami upayakan penanganan dilakukan secepat dan seaman mungkin,” ujar Masudi saat memberikan klarifikasi, Minggu (24/05/2026).
Menanggapi sorotan mengenai minimnya rambu pengaman di titik pemeliharaan, Masudi memastikan pihak rekanan telah diinstruksikan untuk segera melengkapi lokasi kerja dengan rambu peringatan yang memadai. Langkah ini diambil guna menjamin keselamatan pengendara, terutama saat malam hari atau dalam kondisi cuaca hujan.
Di tempat terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 Satker PJN Wilayah II Sumbar, Gina Lamria Indriati Tampubolon, ST, menjelaskan bahwa pengerjaan proyek preservasi ini mencakup jalur yang cukup panjang, mulai dari Kambang, Tapan, hingga batas Jambi dan Bengkulu.
Gina memaparkan, di tengah dinamika fluktuasi harga material utama seperti aspal dan penyesuaian volume anggaran, pihaknya menerapkan strategi penanganan skala prioritas. Strategi ini difokuskan untuk menyisir dan menutup titik-titik kerusakan yang dinilai paling rawan demi efektivitas hasil di lapangan.
“Kami melakukan pemetaan secara cermat. Ruas jalan di depan SDN 07 Labuhan Balai Selasa dan titik pemukiman padat lainnya sudah masuk dalam daftar penanganan prioritas tim teknis. Kami berkomitmen memaksimalkan potensi anggaran yang ada agar seluruh target fungsional jalan dapat tercapai dengan kualitas yang baik,” terang Gina.
Lebih lanjut, Gina mengungkapkan bahwa tim PPK 2.4 saat ini juga tengah melakukan pekerjaan "grading" atau pembentukan kembali kemiringan bahu jalan di beberapa titik strategis. Pekerjaan teknis ini sempat menyebabkan adanya genangan air sementara di badan jalan saat proses berlangsung.
Namun, Gina menegaskan tindakan ini sangat krusial dilakukan karena kondisi bahu jalan sebelumnya sudah mengalami penumpukan akibat pertumbuhan vegetasi liar dan endapan tanah yang menebal. Dampaknya, posisi bahu jalan menjadi lebih tinggi dari badan jalan dan menyumbat pembuangan air alami.
"Grading" ini penting agar aliran air permukaan bisa dibuang dengan sempurna ke saluran drainase. Jika bahu jalan yang meninggi ini tidak segera kita rapikan dan atur kemiringannya, air akan terus terperangkap di badan jalan saat hujan, yang justru menjadi pemicu utama cepat rusaknya struktur aspal,” jelas Gina secara detail.
Mengenai capaian kinerja fisik, Gina juga memaparkan progres signifikan pada beberapa klaster pengerjaan. Untuk titik STA 240+100 sebelah kanan, penanganan kini terus dipacu secara bertahap dari posisi awal menuju target operasional 50 persen. Sementara itu, untuk Ruas Tapan – Batas Bengkulu, kerja keras tim di lapangan telah membuahkan hasil maksimal dengan capaian progres fungsional yang kini sudah menyentuh angka 100 persen.
Di balik deru mesin penggilas dan aroma aspal yang menyengat di bawah terik matahari Pesisir Selatan, para pekerja di lapangan terus berkejaran dengan waktu. Keringat yang menetes dari para buruh jalanan dan senyum ramah tim teknis saat menyapa pengendara yang melintas menjadi bukti nyata bahwa perbaikan ini bukan sekadar mengejar target proyek, melainkan tentang menjaga denyut nadi kehidupan warga.
Setiap bongkahan aspal yang dihamparkan dan setiap jengkal tanah yang diratakan adalah bentuk tanggung jawab untuk memastikan seorang ayah yang mengemudikan truk logistik dapat pulang dengan selamat, bus penumpang tiba tepat waktu, dan anak-anak di sekitar SDN 07 Labuhan Balai Selasa dapat menyeberang jalan menuju sekolah mereka dengan rasa aman.
Pihak BPJN Sumatra Barat menyadari bahwa setiap aspal yang mulus adalah jembatan kebahagiaan bagi keluarga yang menanti di rumah. Melalui kerja keras yang tengah berlangsung secara simultan ini, jalan nasional Pessel tidak hanya dipulihkan fisiknya, tetapi juga dikembalikan fungsinya sebagai jalur yang aman, nyaman, dan penuh berkah bagi setiap jiwa yang melintasinya. (And)



