Putriku sayang,
Dunia di luar sana adalah hamparan samudera yang luas. Kadang ia tenang menghanyutkan, namun tak jarang ia menyembunyikan karang tajam di balik riaknya yang berkilau. Ayah menuliskan ini bukan karena ingin mengurung kepak sayapmu, melainkan karena Ayah ingin memastikan sayap itu tetap kuat saat badai datang menyapa.
Ketahuilah, Nak, dunia adalah seniman penyamaran yang ulung. Tak semua tangan yang terulur berniat memapah, dan tak semua tawa yang pecah membawa tulusnya persahabatan. Ada pergaulan yang terlihat seperti taman bunga, namun perlahan layu dan mengikis jati dirimu yang berharga.
Jangan biarkan dirimu larut dalam arus hanya karena takut dianggap berbeda. Menjadi sendirian dalam kebenaran jauh lebih menenangkan jiwa, daripada berada di tengah keramaian namun kehilangan arah pulang.
Ada saatnya dunia memaksamu untuk berlari, mengejar standar yang bukan milikmu. Namun Ayah berpesan. Jangan terluka oleh ambisi yang salah. Lebih baik kamu melangkah perlahan, memastikan setiap pijakanmu adalah kejujuran, daripada berlari kencang namun tersesat di ujung jalan.
Jaga hatimu sebagai harta yang paling suci. Jangan biarkan lisan yang tak terjaga atau sikap yang tak bermoral menyentuh keanggunan pribadimu. Kamu adalah permata, dan tempat permata bukanlah di jalanan yang berdebu.
Mungkin suatu saat Ayah tak lagi bisa memberikan nasihat secara langsung. Mungkin suatu hari suara Ayah hanya akan menjadi sayup-sayup kenangan. Namun ingatlah ini. Di setiap langkahmu, ada doa Ayah yang berbisik pada semesta. Doa itu adalah perisai yang akan menjagamu saat Ayah tak lagi bisa mendekapmu. Doa itu adalah cahaya yang akan menunjukkan jalan saat duniamu terasa gelap dan membingungkan.
Jaga dirimu baik-baik, Putriku. Jangan biarkan dunia melukaimu, karena di mataku, kamu adalah keajaiban yang harus selalu utuh.
"Jangan menukar harga dirimu dengan pengakuan dunia. Sebab dunia hanya melihat apa yang tampak, tapi Tuhan dan Ayah melihat apa yang tersimpan di dalam hatimu."
Padang, 25 Januari 2026
Oleh: Kasih Seorang Ayah
