SERANG – Kegiatan Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di kawasan Kotabaru, Kecamatan Serang, Kota Serang, terpantau ramai dipadati warga pada Minggu pagi (8/2/2026). Namun, berbeda dengan konsep "bebas kendaraan" pada umumnya, suasana di lokasi justru menunjukkan percampuran antara aktivitas warga dan arus lalu lintas kendaraan bermotor yang cukup padat.
Pantauan di lokasi pada pukul 09:00 WIB, ruas jalan utama Kotabaru dipenuhi oleh pejalan kaki, pedagang kaki lima, serta deretan kendaraan roda dua maupun roda empat. Volume kendaraan yang tinggi, termasuk angkutan kota (angkot) dan mobil pribadi, tampak merayap di tengah kerumunan warga yang sedang berolahraga maupun berbelanja.
Sejatinya, CFD diinisiasi sebagai kampanye lingkungan untuk menekan polusi udara dan suara, sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk berolahraga seperti jogging dan bersepeda. Namun, realita di lapangan menunjukkan kawasan ini telah bertransformasi menjadi pusat ekonomi lokal yang masif.
"Tujuannya bagus untuk gaya hidup sehat, tapi kalau kendaraannya masih sebanyak ini, udaranya tetap terasa pengap karena asap knalpot," ujar salah satu warga di lokasi.
Kehadiran kendaraan di tengah zona CFD ini memicu sorotan terkait manajemen lalu lintas di wilayah tersebut. Kerumunan warga yang tumpah ruah ke badan jalan, ditambah dengan aktivitas parkir di bahu jalan, menyebabkan penyempitan ruang gerak bagi pejalan kaki sekaligus menghambat laju kendaraan yang melintas.
Kondisi ini memerlukan perhatian serius dari pihak terkait, terutama Dinas Perhubungan dan pihak kepolisian setempat, agar esensi CFD sebagai area ramah lingkungan dan ruang publik yang aman dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Serang. (And)
