-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Duduak Basamo di Balai Bank Nagari, Bakasiah Sayang untuak Anak Yatim

13 Maret 2026 | 13 Maret WIB Last Updated 2026-03-13T03:15:14Z


PADANG - 12 MARET 2026 - Seiring matahari yang mulai condong ke ufuk barat, tepat pukul 17.00 WIB, suasana di Jl. Pemuda No. 21, Kota Padang, terasa amat menyentuh kalbu. Gedung Kantor Pusat Bank Nagari yang biasanya menjadi pusat sirkulasi ekonomi Sumatera Barat, sore itu bertransformasi menjadi penyejuk kemanusiaan. Tak ada bincang kaku soal angka, yang ada hanyalah ketulusan yang mengalir dalam giat buka bersama anak-anak yatim.


Sore itu, Bank Nagari sedang mempraktikkan filosofi luhur. “Nan ketek disayangi, nan gadang dihormati, samo gadang dibao bakawan.”


Dalam adat kita, duduk bersama bukan sekadar formalitas, melainkan simbol kerendahan hati. Di balai utama Bank Nagari, sekat-sekat korporasi meluruh. Kehadiran anak-anak yatim disambut layaknya tamu agung, sebuah perwujudan dari rasa bakasiah sayang yang nyata.


Momen syahdu ini turut disaksikan oleh keluarga besar Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI). Sebagai satu-satunya organisasi pers yang Dewan Pimpinan Pusat (DPP)-nya berakar kuat di Kota Padang, kehadiran KJI menegaskan komitmen bahwa pena jurnalis pun harus tajam dalam membela hak-hak mereka yang lemah.


Usai azan Maghrib berkumandang dan tegukan air pembatal puasa membasahi kerongkongan, suasana kian khidmat. Beberapa orang anggota DPP-KJI, yang hadir di lokasi, mereka tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Bagi mereka, kepedulian Bank Nagari adalah wujud nyata dari pepatah: “Panyantun randah hati, panyaba janiah hati.”

 

 "Kepedulian pihak Bank Nagari terhadap anak yatim adalah sebuah ketulusan yang patut kita muliakan," ujar mereka dengan nada bicara yang menyentuh. "Kita harus menyadari, jika bukan kita yang mengulurkan tangan, siapa lagi yang akan memikirkan nasib dan masa depan anak-anak ini?"


Pesan itu singkat, namun menghujam. Sebuah pengingat bahwa di pundak mereka yang berpunya, ada hak-hak anak yatim yang harus ditunaikan agar keberkahan tetap terjaga, sebagaimana prinsip “Barek samo dipikul, ringan samo dijinjiang.”


Buka bersama ini bukan sekadar jamuan makan. Secara spiritual, ini adalah upaya "melembutkan hati" dan menjemput doa-doa tulus yang langsung menembus langit. Bagi Bank Nagari, ini adalah investasi keberkahan. Secara sosial, ini adalah dukungan emosional yang luar biasa bagi anak-anak yatim, membuat mereka merasa tetap memiliki keluarga besar di ranah Minang yang tercinta ini.


Kegiatan ini membuktikan bahwa kemuliaan sebuah institusi tidak hanya diukur dari aset yang dimiliki, tetapi dari seberapa luas manfaatnya bagi sesama. Karena sejatinya, “Harto nan dipagunoan itulah nan mambao barakah, harto nan disimpan itulah nan mambao fitnah.”


Saat lampu-lampu di Jl. Pemuda mulai berpijar terang di malam hari, anak-anak itu pulang dengan binar mata yang ceria dengan membawa bingkisan. Bank Nagari, dimata KJI telah menanam sebuah benih harapan. Semoga langkah mulia ini menjadi tradisi yang tak pernah lekang oleh panas dan tak lapuk oleh hujan, demi menjaga martabat dan kebahagiaan generasi penerus kita.  **

×
Berita Terbaru Update