PADANG – 23 APRIL 2026 - Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat melalui Satuan Kerja (Satker) Wilayah II terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kualitas infrastruktur demi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Sepanjang April 2026, rekanan di bawah komando Kepala Satker Wilayah II, Masudi, dan (PPK 2.1) Zulfikar Kurniawan, telah melaksanakan agenda preservasi pada sejumlah jembatan strategis di Sumatera Barat.
Fokus utama dalam kegiatan preservasi bulan ini adalah pemeliharaan fisik pada elemen pelengkap jembatan, yakni pembersihan dan pengecatan ulang pada railing (pagar pengaman) jembatan.
Masudi menjelaskan bahwa langkah preventif ini bukan sekadar untuk menjaga estetika, melainkan upaya krusial dalam mitigasi kerusakan. Pengecatan ulang dilakukan untuk melindungi struktur baja dari korosi (karat), sehingga integritas keselamatan jembatan tetap terjaga dalam jangka panjang.
Adapun lokasi yang menjadi sasaran pengerjaan preservasi pada periode April 2026 meliputi:
Jembatan Batang Lembang (KM 57+860)
Jembatan Laras B (KM 13+600)
Jembatan Tanjung Sabar (KM 4+890)
Kegiatan ini diharapkan dapat memperpanjang umur layanan infrastruktur jembatan serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melintas. Upaya pemeliharaan rutin seperti ini menjadi bagian dari strategi PJN wilayah II Sumbar untuk memastikan seluruh jaringan jalan nasional di Sumatera Barat tetap dalam kondisi mantap dan siap melayani mobilitas masyarakat setiap harinya.
Pihak PJN wilayah II Sumbar mengimbau kepada pengguna jalan untuk tetap berhati-hati saat melintas di area pekerjaan dan terus mendukung upaya pemerintah dalam menjaga fasilitas publik agar tetap optimal.
Pengerjaan preservasi jembatan ini tidak hanya dirasakan manfaatnya dari sisi keamanan, tetapi juga menuai apresiasi positif dari para pengguna jalan. Banyak warga yang melintas di Jembatan Batang Lembang dan titik lokasi lainnya merasa lebih nyaman dengan kondisi jembatan yang kini tampak lebih segar, bersih, dan terawat.
"Sekarang jembatannya terlihat lebih bersih dan rapi. Bagi kami yang setiap hari melintas, kondisi jembatan yang terawat seperti ini tentu memberikan rasa aman dan nyaman, terutama saat melintas di malam hari karena railing-nya jadi lebih terlihat jelas," ujar salah seorang pengguna jalan yang sering melintasi rute tersebut.
Tak hanya dari sisi infrastruktur, kegiatan preservasi yang dilakukan BPJN Sumbar di bawah komando Satker Wilayah II ini juga membawa dampak nyata bagi perekonomian masyarakat sekitar. Proyek pemeliharaan ini menjadi motor penggerak ekonomi mikro melalui penyerapan tenaga kerja lokal.
Dalam setiap tahapan pekerjaannya, PJN wilayah II Sumbar berkomitmen untuk memberdayakan tenaga kerja setempat, mulai dari tenaga kebersihan, pengecatan, hingga dukungan logistik di lapangan. Hal ini secara langsung membuka peluang kerja bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi jembatan.
Dengan keterlibatan warga lokal, proyek preservasi ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan infrastruktur nasional bukan sekadar memperbaiki fisik bangunan semata. Lebih dari itu, proyek ini menjadi sarana pemberdayaan masyarakat yang mampu meningkatkan pendapatan rumah tangga serta memberikan rasa memiliki (sense of belonging) terhadap infrastruktur yang ada di lingkungan mereka.
Keberlanjutan program pemeliharaan seperti ini diharapkan terus berlanjut, tidak hanya untuk menjaga aset negara tetap dalam kondisi prima, tetapi juga untuk terus memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat luas di Sumatera Barat. (And)
