-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Dampingi Menteri Pertanian, Naryo Widodo Paparkan Strategi Pemulihan Infrastruktur Pertanian di Padang Pariaman

19 April 2026 | 19 April WIB Last Updated 2026-04-19T14:41:13Z


PADANG PARIAMAN – Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, Naryo Widodo, memaparkan secara langsung strategi dan progres percepatan pemulihan infrastruktur pertanian kepada Menteri Pertanian Republik Indonesia saat kunjungan kerja (Kunker) di hulu Bendung Anai, Nagari Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (14/04/2026).


Kunjungan ini merupakan tindak lanjut krusial dari survei awal bersama yang telah dilakukan pada awal Maret 2026 lalu. Kehadiran Naryo Widodo di lapangan menjadi poin sentral dalam memberikan laporan teknis mengenai efektivitas penanganan darurat bencana yang dilakukan oleh pihaknya.


Dalam kesempatan tersebut, Naryo Widodo menjelaskan detail pekerjaan tanggap darurat berupa perbaikan tanggul Sungai atau Batang Anai dengan menggunakan struktur bronjong. Ia menegaskan bahwa pengerjaan yang dimulai sejak Maret 2026 tersebut kini telah menunjukkan hasil signifikan.


"Total panjang penanganan tanggap darurat pada Sungai Batang Anai mencapai 885 meter. Hingga saat ini, progres pengerjaan di lapangan telah mencapai 875 meter. Kami menargetkan seluruh rangkaian perbaikan ini akan tuntas sepenuhnya dalam tujuh hari ke depan," ujar Naryo di hadapan Menteri Pertanian dan rombongan.


Selain perbaikan tanggul, Naryo juga memaparkan langkah strategis BWS Sumatera V Padang dalam memulihkan Saluran Induk Irigasi Anai yang sebelumnya tertimbun material longsoran tebing. Normalisasi saluran ini menjadi fokus utama karena perannya yang sangat vital dalam menyuplai kebutuhan air bagi lahan-lahan pertanian masyarakat.


Strategi yang dipaparkan Naryo mendapatkan atensi positif dari jajaran pemerintah yang hadir mendampingi, termasuk Wakil Gubernur Sumatera Barat, Bupati Padang Pariaman, Walikota Pariaman, dan Wakil Bupati Solok. Kolaborasi antara BWS Sumatera V dengan pihak terkait seperti Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sumatera Barat dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan ketahanan pangan di wilayah tersebut. 


Upaya yang dilakukan Naryo Widodo dan tim BWS Sumatera V ini diharapkan dapat memberikan perlindungan optimal bagi lahan pertanian warga, sehingga para petani dapat segera beraktivitas kembali dengan jaminan ketersediaan air yang memadai.  (And) 

×
Berita Terbaru Update