-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Jaga Konektivitas Antarprovinsi, PJN Wil 1 Sumbar Preservasi Jalan Ruas Bukittinggi - Batas Riau

15 Mei 2026 | 15 Mei WIB Last Updated 2026-05-15T11:44:46Z


SUMBAR - 15 MEI 2026 - Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat tengah memacu proyek preservasi jalan dan jembatan pada ruas Batas Kota Bukittinggi hingga Batas Provinsi Riau. Langkah ini dilakukan guna memantapkan kondisi infrastruktur jalan nasional demi mendongkrak kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik antarwilayah.


Proyek strategis yang mencakup penanganan rehabilitasi mayor, rehabilitasi minor, hingga rekonstruksi beton ini berada di bawah tanggung jawab Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Provinsi Sumatera Barat, Andi Mulya Rusli, ST., MT., serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK 1.2), Rio Andika, ST.


Kepala Satker PJN Wilayah I Sumbar, Andi Mulya Rusli, menjelaskan bahwa proyek ini bertujuan jangka panjang untuk memastikan jalur penghubung utama dua provinsi tersebut tetap dalam kondisi prima.


"Melalui preservasi yang berkelanjutan, diharapkan kondisi jalan nasional tetap mantap sehingga mampu mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi wilayah," ujar Andi dalam keterangan tertulisnya.


Berdasarkan data teknis yang dihimpun, pengerjaan rehabilitasi mayor saat ini difokuskan pada empat titik krusial di sepanjang rute lintasan tersebut. Berikut adalah rincian capaian segmen pengerjaan:


Ruas Bts. Bukittinggi – Baso Pengerjaan menyasar area STA 3+775 sampai dengan STA 4+175 dengan total panjang penanganan mencapai 400 meter.


Ruas Baso – Bts. Payakumbuh (Labuah Luruih) Penanganan fisik dilakukan pada STA 6+275 sampai dengan STA 6+713 sepanjang 438 meter.


Ruas Baso – Bts. Payakumbuh (Batu Ampar) Pekerjaan dilakukan di titik STA 10+825 sampai dengan STA 11+275 dengan panjang jalan 450 meter.


Ruas Bts. Payakumbuh – Bts. Riau Akses utama menjelang perbatasan provinsi ini diperbaiki pada STA 25+584 sampai dengan STA 26+034 sepanjang 450 meter.


Mengingat adanya aktivitas alat berat dan material di sepanjang jalur pengerjaan, pihak BPJN Sumatera Barat menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat pengguna jalan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama proses konstruksi.


Para pengendara yang melintasi rute Bukittinggi menuju Riau maupun sebaliknya diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta senantiasa mengutamakan keselamatan berkendara.


Kelancaran dan ketepatan progres pengerjaan di lapangan ini tidak terlepas dari dedikasi serta pengawasan ketat yang dilakukan oleh pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK 1.2), Rio Andika, ST., bersama seluruh tim teknis.


​Masyarakat dan sejumlah tokoh pemuda setempat memberikan apresiasi atas respons cepat dan kerja keras jajaran PPK 1.2 dalam mengawal proyek preservasi ini. Kehadiran tim yang aktif memonitor kualitas pengaspalan dan rekonstruksi beton secara berkala dinilai menjadi kunci utama terjaganya mutu jalan nasional tersebut.


​"Kita sangat mengapresiasi kinerja PPK 1.2 dan seluruh pekerja yang siang malam memastikan jalur ini tetap fungsional dan aman dilalui. Respons mereka terhadap dinamika di lapangan sangat cepat, sehingga kendala arus lalu lintas bisa diminimalisir dengan baik," ungkap salah seorang warga yang sering melintasi rute tersebut.


​Dengan manajemen proyek yang tertata dan koordinasi intensif di bawah kawalan PPK 1.2 serta Satker PJN Wilayah I, proyek infrastruktur ini diharapkan dapat rampung tepat waktu demi memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi mobilitas perekonomian Sumatra Barat dan Riau.  (And) 

×
Berita Terbaru Update