Di penghujung tahun 2025, wajah perbankan Sumatera Barat tidak sekadar bicara tentang angka di atas kertas, melainkan tentang sejauh mana sebuah institusi mampu berdiri tegak sebagai penyangga ekonomi rakyat. Bank Nagari, sebagai "lokomotif" keuangan di Ranah Minang, menutup tahun ini dengan narasi yang kuat, sebuah perpaduan antara ketangguhan bisnis, kepekaan sosial, dan integritas yang tak tergoyahkan.
Ketika alam Sumatera Barat kembali menguji dengan bencana banjir di pengujung tahun, Bank Nagari tidak memilih untuk berpangku tangan di balik meja birokrasi. Melalui kebijakan restrukturisasi kredit bagi lebih dari 1.500 debitur terdampak, bank ini menunjukkan bahwa mereka memahami filosofi "adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah" di mana kemanusiaan diletakkan di atas segalanya.
Kebijakan ini bukan sekadar relaksasi administratif, melainkan napas baru bagi para petani dan pelaku UMKM yang kehilangan mata pencaharian. Dengan langkah ini, Bank Nagari membuktikan bahwa perbankan daerah adalah benteng terakhir yang menjaga agar denyut ekonomi rakyat tidak terhenti akibat hantaman bencana.
Oktober 2025 menjadi titik balik bagi ribuan ASN dan calon pemilik rumah di Sumatera Barat. Langkah berani manajemen menurunkan suku bunga KPR dan kredit pegawai merupakan strategi cerdas di tengah dinamika pasar. Di satu sisi, ini adalah stimulus untuk menggerakkan konsumsi domestik, di sisi lain, ini adalah komitmen nyata untuk mempermudah akses hunian layak bagi masyarakat. Penurunan margin ini mempertegas posisi Bank Nagari yang tidak hanya mengejar profitabilitas, tetapi juga aksesibilitas.
Di kancah nasional, Bank Nagari tidak lagi dipandang sebagai pemain lokal yang konvensional. Melalui aplikasi Ollin by Nagari, bank ini berhasil melakukan lompatan kuantum dalam digitalisasi perbankan. Penghargaan dari Infobank 2025 yang menempatkan Bank Nagari Syariah pada predikat "Sangat Bagus" selama satu dekade berturut-turut adalah bukti bahwa inovasi tidak harus mencabut akar nilai-nilai syariah.
Digitalisasi ini pula yang kini menjadi medan tempur baru. Bank Nagari secara agresif mengedukasi nasabahnya agar tidak terjebak dalam pusaran hoaks undian berhadiah yang marak di media sosial. Ini adalah bentuk perlindungan nasabah yang proaktif, sebuah tanggung jawab moral untuk menjaga aset rakyat dari serangan siber yang kian canggih.
Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, sebuah pesan tegas dikirimkan oleh manajemen Anti-Gratifikasi. Dalam budaya yang kental dengan keramah-tamahan, Bank Nagari memilih untuk menjaga profesionalisme dengan menolak segala bentuk pemberian. Komitmen ini bukan sekadar slogan, melainkan tameng untuk menjaga marwah institusi agar tetap bersih dan transparan, sejalan dengan penghargaan Financial Integrity Rating yang baru saja mereka raih dari PPATK.
Melihat rekam jejak sepanjang 2025, Bank Nagari telah bertransformasi lebih dari sekadar lembaga intermediasi keuangan. Di bawah kepemimpinan yang visioner, ia telah menjadi mitra dialog bagi pemerintah daerah dan sandaran bagi masyarakat kecil.
Tahun 2026 mungkin akan membawa tantangan baru, namun dengan fondasi digital yang kuat, kinerja syariah yang stabil, dan integritas yang terjaga, Bank Nagari telah membuktikan bahwa mereka siap melangkah lebih jauh, membawa nama Sumatera Barat bangga di panggung perbankan nasional.
Padang, 24 Desember 2025
Oleh: Andarizal, Ketua Umum DPP-KJI
