-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Berpacu dengan Air Bah, TRC Semen Padang Terjun ke Pauh, Ratusan Jiwa Terdampak Banjir

03 Desember 2025 | 03 Desember WIB Last Updated 2025-12-03T07:28:18Z


PADANG - Setelah tiga hari tanpa henti diguyur hujan, Kota Padang berhadapan dengan luapan air. Pada Selasa (25/11/2025), bencana itu mencapai puncaknya di kawasan Batu Busuak, Kelurahan Lambuang Bukik, Kecamatan Pauh, di mana puluhan rumah terendam dalam semalam. Di tengah kepanikan dan genangan yang perlahan surut, Tim Reaksi Cepat (TRC) PT Semen Padang hadir sebagai tumpuan harapan pertama bagi warga terdampak.


Sejak laporan masuk, tim khusus dari perusahaan pelat merah itu langsung bergerak cepat, meninggalkan rutinitas untuk berhadapan dengan medan basah dan berlumpur. Tugas mereka bukan hanya menyalurkan bantuan, melainkan juga melakukan asesmen detail, memastikan bantuan tepat sasaran dan selaras dengan kebutuhan nyata warga.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menegaskan bahwa aksi cepat ini adalah manifestasi langsung dari tanggung jawab korporasi terhadap masyarakat sekitar.


 “Begitu menerima laporan banjir di Pauh, TRC Semen Padang langsung bergerak ke lapangan. Ini bagian dari kepedulian perusahaan untuk hadir saat masyarakat membutuhkan,” ujar Win.


Win menambahkan, langkah proaktif ini juga diletakkan dalam kerangka yang lebih luas, sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam poin penguatan perlindungan sosial dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. “Komitmen ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo, yang menekankan penguatan perlindungan sosial dan ketangguhan bencana,” tambahnya.


Berdasarkan pendataan yang dilakukan oleh delapan personel TRC di lapangan termasuk Arya, Syafrizal, dan Indra YB, situasi di Batu Busuak cukup memprihatinkan. Total 70 rumah terendam, menyisakan jejak kerusakan dan lumpur di lantai-lantai rumah warga. Dampaknya dirasakan oleh 96 Kepala Keluarga atau sekitar 230 jiwa yang kini membutuhkan uluran tangan.


Pada siang hari, meskipun ketinggian air berangsur turun, tantangan baru muncul. Bantuan pangan memang terus mengalir, namun dapur umum yang menjadi nadi logistik bagi para pengungsi mulai terancam macet.


“Alhamdulillah bantuan pangan terus berdatangan. Namun warga membutuhkan perlengkapan masak tambahan agar dapur umum tetap berjalan,” ungkap Win, menjelaskan bahwa kebutuhan perlengkapan memasak kini menjadi prioritas yang harus segera ditanggulangi. “Ini kebutuhan mendesak, dan insyaAllah akan segera kami penuhi.”


Personel TRC tidak hanya fokus pada logistik, mereka juga memantau kondisi rumah-rumah warga dan berkoordinasi intensif dengan Pemerintah Kelurahan Lambuang Bukik serta BPBD Kota Padang, memastikan sinergi penanganan berjalan tanpa hambatan.


Melalui tanggap darurat yang cepat dan terstruktur ini, PT Semen Padang membuktikan bahwa peran dunia usaha krusial dalam memperkuat ketahanan sosial dan kecepatan penanganan bencana. Win Bernadino menutup dengan janji. “Kami terus memonitor kondisi warga melalui tim TRC. Apa pun kebutuhan mendesak, akan segera kami bantu. Ini bagian dari misi kemanusiaan perusahaan sekaligus kontribusi untuk memperkuat ketahanan sosial-bencana.” (And) 

×
Berita Terbaru Update