-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Derita Pendidikan di Padang, 79 Sekolah Lumpuh Diterjang Banjir Bandang, SD 49 Batang Kabung Hanyut dan Nyaris Tak Bersisa

03 Desember 2025 | 03 Desember WIB Last Updated 2025-12-03T01:05:59Z


PADANG - 3 DESEMBER 2025 - Senyap. Hanya lumpur tebal dan puing-puing sisa yang kini menjadi pemandangan di ratusan ruang kelas di Padang. Kota yang dikenal dengan julukan "Kota Tercinta" ini tengah berduka, terutama sektor pendidikan, setelah banjir bandang dahsyat melanda pada Kamis (28/11/25) lalu.


Dinas Pendidikan Kota Padang mencatat angka kerugian yang memilukan, sebanyak 79 institusi pendidikan mulai dari Taman Kanak-Kanak hingga Sekolah Menengah Pertama terdampak parah oleh amukan air bah.


Tiga kecamatan menjadi saksi keganasan bencana ini, Pauh, Koto Tangah, dan Kuranji. Kawasan ini, yang sebelumnya ramai oleh tawa dan cita-cita anak-anak, kini harus menghadapi kenyataan pahit. Meja, kursi, buku-buku pelajaran, dan alat peraga semuanya terkubur, rusak, atau bahkan lenyap ditelan arus.


Di ruang kerjanya yang masih diselimuti suasana duka, Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Yopi Krislova, mengungkapkan data kerusakan dengan nada prihatin.


“Dari total 79 sekolah yang terdampak, 66 di antaranya adalah Sekolah Dasar (SD). Ini adalah tingkat pendidikan yang paling terpukul. Selain itu, ada 10 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 3 Taman Kanak-Kanak (TK) yang juga lumpuh,” ujar Yopi, dalam wawancara pada Selasa (2/12/25). Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan jumlah mimpi anak bangsa yang terancam tertunda.


Namun, di antara puluhan sekolah yang rusak, satu kisah menorehkan luka paling dalam, SD 49 Batang Kabung.


Sekolah dasar yang terletak di kawasan dengan arus sungai yang kuat itu tak mampu menahan terjangan derasnya banjir bandang. Arus yang membabi buta telah merobohkan dan menghanyutkan bangunan sekolah tersebut hingga nyaris tak bersisa.


 “SD 49 Batang Kabung adalah kerugian terbesar kami. Sekolah itu hanyut total, lenyap akibat kuatnya arus,” tutur Yopi Krislova.


Kini, para guru dan murid di SD 49 Batang Kabung hanya bisa menyaksikan lokasi yang dulu menjadi tempat mereka menanam ilmu, kini telah rata dengan tanah. Pemerintah Kota Padang kini dihadapkan pada tugas berat untuk tidak hanya membersihkan lumpur dan memperbaiki kerusakan, tetapi juga mencari solusi darurat agar ribuan siswa di 79 sekolah ini dapat kembali mengejar ketertinggalan pendidikan mereka. (And/Can) 

×
Berita Terbaru Update