-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Sinergi Pemulihan Pasca-Banjir, Wakil Wali Kota dan Kakorsabhara Polri Tinjau Langsung Korban di Pauh

04 Desember 2025 | 04 Desember WIB Last Updated 2025-12-04T04:46:27Z

PADANG - Di tengah puing dan sisa lumpur pasca-banjir bandang yang melanda Kota Padang, Wakil Wali Kota (Wawako) Padang, Maigus Nasir, bersama Kepala Korps Samapta Bhayangkara Badan Pemelihara Keamanan Kepolisian RI (Kakorsabhara Baharkam Polri), Irjen Pol Mulia Hasudungan Ritonga, hadir langsung menyalurkan semangat dan meninjau kondisi masyarakat terdampak. Kunjungan kemanusiaan ini terpusat di SDN 02 Cupak Tangah, Pauh, sebuah titik pengungsian dan posko bantuan yang menjadi saksi bisu keganasan alam.


Kedatangan rombongan pejabat tinggi Polri dan Pemkot Padang pada hari Kamis (4/12) disambut haru oleh warga yang masih berjuang membersihkan trauma dan sisa-sisa harta benda mereka. Irjen Pol Mulia Hasudungan Ritonga, dengan seragam lengkapnya, tampak berdialog intensif dengan para penyintas, memastikan bantuan logistik dan keamanan berjalan lancar di lokasi.


Dalam kesempatan tersebut, Wawako Maigus Nasir tak kuasa menahan rasa bangga dan terima kasihnya. Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh unsur TNI–Polri yang telah menjadi pahlawan tanpa tanda jasa sejak musibah ini terjadi.


 "Apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya saya sampaikan kepada seluruh unsur TNI–Polri yang telah bekerja tanpa henti. Sejak masa tanggap darurat pertama, saat arus deras masih mengancam, hingga kini dalam proses pemulihan pascabencana yang melelahkan," ujar Maigus Nasir dengan nada penuh penghargaan.


Menurutnya, kehadiran dan kerja keras aparat keamanan, mulai dari evakuasi korban yang terjebak, pendirian dapur umum, hingga pengamanan aset warga dari risiko penjarahan, adalah bukti nyata sinergi dan dedikasi yang tak ternilai. Keberadaan mereka telah memberikan rasa aman dan harapan di tengah situasi genting.


SDN 02 Cupak Tangah yang kini berfungsi ganda sebagai posko utama di wilayah Pauh, menjadi pusat koordinasi penanganan bencana. Lokasi ini mencerminkan betapa parahnya dampak banjir bandang, khususnya di kawasan perbukitan yang dihantam "galodo" (istilah lokal untuk banjir bandang).


Peninjauan ini diharapkan dapat memetakan kebutuhan mendesak yang belum terpenuhi, terutama terkait trauma healing bagi anak-anak dan percepatan pembangunan infrastruktur yang rusak. Komitmen Polri, melalui Kakorsabhara Baharkam, menjadi jaminan bahwa dukungan dari tingkat pusat akan terus mengalir demi mempercepat bangkitnya kembali Kota Padang.


Langkah Selanjutnya. Pemulihan infrastruktur irigasi dan pembangunan hunian sementara menjadi fokus utama Pemkot Padang, sembari terus berkoordinasi dengan TNI–Polri untuk menjaga stabilitas keamanan hingga seluruh warga kembali menata hidupnya. (And) 

×
Berita Terbaru Update