-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Titik Nol Lembah Anai, AHY Turun Tangan, Janji Akses Sumbar-Riau Pulih Dua Minggu

04 Desember 2025 | 04 Desember WIB Last Updated 2025-12-04T06:52:37Z

TANAH DATAR, SUMBAR – Jalur vital perekonomian Sumatera Barat, kawasan Lembah Anai, saat ini lumpuh total. Diterjang banjir bandang dan longsor hebat, ruas jalan utama yang menghubungkan Padang-Bukittinggi hingga ke Provinsi Riau ini terputus, menghentikan denyut nadi mobilitas dan perdagangan daerah.


Menyikapi krisis ini, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), langsung bergerak cepat meninjau lokasi terdampak pada Selasa (2/12/2025). Kunjungan AHY ini menjadi sinyal kuat kehadiran pemerintah pusat dalam upaya percepatan pemulihan.


Lembah Anai bukan sekadar jalan. Seperti yang ditegaskan AHY di lokasi, kawasan ini adalah "urat nadi perekonomian Sumatera Barat". Terputusnya jalur ini telah menyebabkan gangguan besar pada mobilitas masyarakat dan melumpuhkan aktivitas ekonomi yang sangat bergantung pada konektivitas tersebut.


"Saya saat ini berada di salah satu lokasi yang terdampak parah akibat bencana banjir besar dan tanah longsor di Sumatera Barat yakni kawasan Lembah Anai. Kawasan ini menjadi jalur vital ekonomi aktivitas masyarakat Sumbar," ujar AHY, menunjuk pada besarnya skala kerusakan yang terjadi.


Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Elsa Putra Friandi, mengonfirmasi bahwa ada 13 titik longsor yang menghantam dan merusak badan jalan di sepanjang Lembah Anai.


AHY memastikan, penanganan bencana dilakukan secara terkoordinasi dan melibatkan seluruh tingkatan pemerintahan. Fokus utama saat ini adalah membuka kembali akses secepat mungkin.


Untuk mencapai target ini, pemerintah telah mengerahkan alat-alat berat, termasuk eskavator, ke lokasi terdampak. Target yang dipatok AHY adalah jalur penghubung tersebut dapat kembali dilalui dalam dua minggu mendatang, setidaknya untuk mobilitas dengan kebutuhan esensial.


Target ini diperkuat oleh PJN Wilayah 1 Sumatera Barat. Andi Mulya Rusli, sapaan akrab Andi Kepala Satker PJN Wilayah 1, menyampaikan bahwa perbaikan darurat untuk jalur Lembah Anai Padang-Bukittinggi ditargetkan rampung kurang lebih 2 minggu.


"Beberapa ruas yang sebelumnya terdampak longsor kini sudah bisa dilewati minimal satu lajur," kata Andi, memberikan harapan bahwa kemacetan total akan segera terurai.


Meskipun perbaikan darurat ditargetkan cepat, pemulihan total dan permanen akan memakan waktu yang lebih panjang.


"Untuk perbaikan permanen diperkirakan membutuhkan waktu hingga enam bulan karena memerlukan pekerjaan struktur yang besar dan kompleks," jelas Andi.


Pekerjaan struktur ini akan memastikan ketahanan jalan di masa depan. Andi berharap, setelah penanganan tuntas, seluruh ruas jalan dapat kembali normal seperti sediakala, mengembalikan fungsi Lembah Anai sebagai penghubung utama dan denyut jantung ekonomi Sumatera Barat. (And) 

×
Berita Terbaru Update