PADANG – Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengambil langkah taktis untuk menanggulangi krisis air yang melanda warga di Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Pauh. Fokus utama saat ini adalah memulihkan fungsi Irigasi Gunung Nago sebagai urat nadi penyaluran air di wilayah tersebut.
Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Tri Hadiyanto, menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai stakeholder untuk memastikan air dapat kembali mengalir ke rumah-rumah warga dan lahan pertanian.
Peran krusial Dinas PUPR saat ini difokuskan pada pembersihan teknis saluran irigasi. Tri Hadiyanto menjelaskan bahwa penyumbatan akibat sedimen menjadi kendala utama, terutama di saluran arah kiri yang melintasi kawasan depan SMA 9 Padang.
"Kami fokus untuk mengalirkan air kembali ke saluran irigasi Gunung Nago, baik arah kanan maupun kiri. Namun, saat ini saluran arah kiri dipenuhi sedimen, sehingga perlu kita bersihkan secara menyeluruh sebelum air dialirkan," ujar Tri Hadiyanto, Jumat (23/1/2026).
Dalam aksi lapangan ini, Dinas PUPR Kota Padang berbagi tugas dengan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Provinsi Sumatera Barat. Alat berat berupa excavator dan armada dump truck dikerahkan ke lokasi untuk mengeruk material lumpur yang menghambat laju air.
Selain pembersihan fisik saluran, Dinas PUPR juga berperan sebagai motor penggerak kolaborasi antarlembaga. Sementara PUPR fokus pada normalisasi saluran, instansi lain menjalankan peran pendukung:
* BWS V: Melakukan perbaikan pada struktur intake (pintu air) dan penyediaan pompa.
* BPBPK (Balai Cipta Karya): Menyiapkan pipa penyambung dan armada bantuan air bersih.
Dinas PUPR memastikan bahwa selama proses perbaikan saluran berlangsung, kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi. Melalui bantuan Balai Cipta Karya, sebanyak 5 armada tangki dan 30 Hidran Umum (HU) disiagakan.
"Untuk saluran irigasi arah kanan, kita optimalkan dengan penggunaan pompa dari BWS V yang dibantu instalasi pipa dari BPBPK," tambah Tri.
Langkah cepat Dinas PUPR ini diharapkan dapat segera mengakhiri krisis air di dua kecamatan terdampak, seiring dengan target penyelesaian perbaikan intake dan pembersihan sedimen dalam waktu dekat. (And)
