-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Prabowo Tuntaskan Kunjungan ke Inggris, Amankan Investasi Rp90 Triliun dan Komitmen 10 Kampus Luar Negeri

22 Januari 2026 | 22 Januari WIB Last Updated 2026-01-22T04:32:19Z

LONDON – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi mengakhiri rangkaian kunjungan kerjanya di Inggris pada Rabu (21/01/2026). Kunjungan diplomatik ini dinilai sukses besar dengan membawa pulang komitmen investasi bernilai fantastis serta kesepakatan strategis di sektor maritim dan pendidikan tinggi.


Dalam pertemuan puncak tersebut, Presiden Prabowo berhasil mengamankan komitmen investasi sebesar 4 miliar poundsterling atau setara dengan Rp90 triliun. Salah satu poin paling krusial adalah kesepakatan pembangunan 1.582 kapal nelayan.


Yang menarik, seluruh kapal tersebut direncanakan akan diproduksi dan dirakit langsung di Indonesia. Proyek ambisius ini diproyeksikan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menyerap sekitar 600.000 tenaga kerja, memperkuat industri galangan kapal nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.


Tak hanya urusan ekonomi makro, Presiden Prabowo juga fokus pada peningkatan kualitas SDM nasional. Melalui diskusi dengan 24 profesor dari berbagai universitas bergengsi di Inggris Raya, pemerintah menyepakati kerja sama strategis dengan Russell Group.


 * Pembangunan 10 Kampus Baru: Pendirian cabang universitas ternama Inggris di tanah air.


 * Fokus STEM & Kedokteran: Penajaman riset dan pengajaran di bidang sains, teknologi, teknik, dan medis.


 * Peningkatan Ranking Global: Program pertukaran dosen dan kolaborasi riset untuk mendongkrak posisi universitas Indonesia di kancah internasional.


Selain bantuan armada kapal, Indonesia dan Inggris sepakat memperkuat kerja sama strategis di sektor maritim. Langkah ini diambil untuk memastikan kedaulatan laut Indonesia terjaga sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya kelautan melalui dukungan teknologi dari Inggris.


Kunjungan ini menandai babak baru hubungan bilateral kedua negara yang lebih konkret dan berorientasi pada hasil nyata bagi kepentingan nasional. 

 (And) 

×
Berita Terbaru Update