-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Satu Alur Seribu Wajah, Seni Merayakan Kehadiran Sesama

09 Januari 2026 | 09 Januari WIB Last Updated 2026-01-09T02:02:54Z

Dalam panggung besar bernama kehidupan, kita seringkali terjebak dalam naskah yang penuh dengan tuduhan. Jari kita begitu mudah menunjuk ke luar, mencari tempat berlabuh bagi kekecewaan dan luka. Namun, seorang bijak pernah bertutur di sela-sela kepulan napas pengalaman. "Jangan pernah menyalahkan siapapun dalam hidupmu."


Sebuah kalimat yang terdengar sederhana, namun mengandung kedalaman samudera. Ia mengajak kita melihat setiap jiwa yang bersinggungan dengan garis takdir kita bukan sebagai musuh, melainkan sebagai kepingan teka-teki yang menyempurnakan diri.


Bayangkan hidupmu adalah sebuah lukisan. Di sana, ada warna-warna terang yang dihadirkan oleh orang-orang baik. Mereka adalah mentari di pagi hari, memberikan kehangatan dan kebahagiaan tanpa syarat. Kehadiran mereka mengingatkan kita bahwa dunia masih menyimpan sisi lembut yang layak diperjuangkan.


Lalu, muncullah goresan warna gelap dari mereka yang jahat. Namun, janganlah terburu-buru membenci. Warna gelap itulah yang memberi dimensi dan kedalaman pada lukisanmu. Dari mereka, kita tidak hanya belajar bertahan, tapi juga mendapatkan pengalaman, sebuah perisai tak kasat mata yang membuat kita lebih tangguh di medan laga berikutnya.


Terkadang, takdir mendatangkan orang-orang terburuk dalam hidup kita. Mereka yang meninggalkan luka paling dalam atau kekecewaan yang paling pahit. Namun, di balik rasa sakit itu, mereka sesungguhnya adalah guru yang paling jujur. Mereka memberi kita pelajaran tentang batasan diri, tentang kesabaran, dan tentang bagaimana tidak menjadi seperti mereka.


Dan di antara semua itu, ada orang-orang terbaik. Mereka yang hadir seperti rintik hujan di tengah kemarau. Kehadiran mereka mungkin tak selamanya, namun mereka meninggalkan jejak abadi berupa kenangan. Sebuah harta karun dalam ingatan yang bisa kita buka kembali saat hati sedang terasa sepi.


Pada akhirnya, hidup bukanlah tentang siapa yang menyakiti atau siapa yang pergi. Hidup adalah tentang bagaimana kita merangkul setiap pertemuan sebagai bagian dari pertumbuhan.


Saat kita berhenti menyalahkan, kita mulai membebaskan diri. Kita menyadari bahwa setiap orang baik, buruk, maupun yang terbaik hanyalah instrumen dalam simfoni agung yang sedang kita mainkan. Maka, tariklah napas dalam-dalam, lepaskan segala dendam, dan rayakanlah setiap pertemuan. Karena di sana, selalu ada makna yang menunggu untuk ditemukan.


Padang, 9 Januari 2026

By: Andarizal

×
Berita Terbaru Update