Di tengah tantangan cuaca ekstrem dan kendala logistik yang menghantam wilayah Sumatera Barat baru-baru ini, kepemimpinan Kepala Satuan Kerja (Kasatker) PJSA dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai II, Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) V Padang, mendapat apresiasi. Keduanya dinilai menunjukkan profesionalisme tinggi dalam mengawal Proyek Pengendalian Banjir Batang Suliti Tahap II agar tetap sesuai standar mutu meski didera faktor alam.
Proyek senilai Rp31,8 miliar yang bersumber dari dana SBSN ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik, melainkan upaya mitigasi bencana yang krusial bagi warga Nagari Pakan Rabaa, Kabupaten Solok Selatan.
Kasatker dan PPK BWSS V Padang dihadapkan pada situasi sulit sepanjang masa pelaksanaan. Bencana alam yang memutus akses jalan utama dari Kota Padang sempat melumpuhkan distribusi material penting seperti semen dan kebutuhan konstruksi lainnya.
"Faktor alam memang menjadi penghalang utama. Namun, koordinasi intensif antara PPK, kontraktor PT Daka Megaperkasa, dan masyarakat setempat membuat pekerjaan tetap berjalan dengan prioritas fungsionalitas bangunan," ujar salah satu sumber di lapangan.
Strategi yang diterapkan oleh tim BWSS V meliputi:
* Prioritas Konstruksi Utama: Memastikan struktur pelindung tebing dan krib sungai selesai lebih awal untuk melindungi pemukiman dan lahan tani dari ancaman banjir susulan.
* Pengawasan Mutu Ketat: Meskipun cuaca ekstrem sering menghanyutkan material pasir dan batu, PPK memastikan setiap material yang masuk dan terpasang tetap memenuhi spesifikasi teknis yang tertuang dalam kontrak.
* Manajemen Krisis: Cepat dalam merespons keterlambatan dengan fokus pada penyelesaian pekerjaan finishing dan normalisasi aliran secara bertahap.
Profesionalisme jajaran BWSS V Padang tercermin dari hasil kerja di sepanjang 600 meter aliran Batang Suliti. Kawasan yang dulunya menjadi sumber kekhawatiran saat hujan turun, kini bersalin rupa menjadi area yang kokoh dan estetik.
Pekerjaan rekonstruksi ini tidak hanya melindungi sawah dan ladang, tetapi juga menyulap bantaran sungai menjadi lokasi wisata baru yang sejuk dipandang mata. Kehadiran struktur beton yang rapi berpadu dengan latar belakang "Seribu Rumah Gadang" menciptakan potensi ekonomi baru bagi warga sekitar.
"Kami merasakan manfaatnya secara langsung. Rasa trauma akan banjir mulai hilang, dan sekarang lokasi ini justru tampak indah, seperti tempat wisata," ungkap salah seorang warga Pakan Rabaa.
Hingga saat ini, tim di bawah komando Kasatker dan PPK BWSS V terus melakukan akselerasi pada pekerjaan minor seperti penyempurnaan kuncian dan rabat beton anak sungai. Sikap profesional yang ditunjukkan dengan tidak mengabaikan kualitas demi mengejar waktu menjadi bukti integritas dalam mengelola uang negara (SBSN).
Dengan sisa waktu dan dedikasi yang ada, proyek Batang Suliti Tahap II ini diprediksi akan menjadi salah satu legacy infrastruktur penting di Solok Selatan, membuktikan bahwa di tangan pemimpin satker yang profesional, tantangan alam seberat apa pun dapat dicari solusinya demi kepentingan rakyat.
Sumbar, 24 Januari 2026
Oleh: Andarizal
