TANGERANG - 7 FEBRUARI 2026 - Area komersial Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan pengguna jasa transportasi udara. Kali ini, sorotan tertuju pada tingginya selisih harga kebutuhan pokok seperti air minum dan makanan di area ruang tunggu serta kawasan sekitar bandara.
Seorang penumpang maskapai Lion Air yang enggan disebutkan identitasnya, mengaku terkejut saat membuktikan sendiri isu mengenai mahalnya harga belanja di kawasan bandara. Menurutnya, pengalaman ini menjadi penegasan bahwa kabar yang beredar selama ini bukan sekadar isapan jempol.
Dalam keterangannya, ia membeberkan beberapa poin harga yang dianggap tidak wajar bagi masyarakat umum:
* Air Mineral: Satu botol air mineral ukuran sedang (Le Minerale) di area ruang tunggu pintu keluar dipatok seharga Rp14.000.
* Menu Makanan: Di warung nasi kawasan bandara, seporsi nasi dengan lauk telur dadar mencapai harga Rp25.000.
"Tadinya saya hanya ingin tahu tentang isu harga belanja di kawasan bandara, apakah memang mahal atau sekedar isu. Ternyata benar-benar adanya," ungkap penumpang tersebut dengan nada kecewa.
Tingginya harga di area bandara, atau yang sering disebut sebagai airport premium, disinyalir terjadi karena tingginya biaya sewa tenant serta rantai logistik yang lebih kompleks dibandingkan pasar reguler. Namun, bagi penumpang, harga tersebut tetap dianggap memberatkan, terutama bagi mereka yang sedang menunggu jadwal keberangkatan dalam waktu lama.
Kondisi ini memicu himbauan di kalangan pelancong untuk lebih teliti dan mempersiapkan perbekalan dari luar sebelum memasuki area steril bandara guna menghindari pengeluaran yang membengkak. (And)
