-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026, BPBD Sumbar Tegaskan Pentingnya Mitigasi Kolektif

26 April 2026 | 26 April WIB Last Updated 2026-04-26T03:24:04Z


PADANG - 26 APRIL 2026 - bertepatan dengan peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tahun 2026. Di tengah tantangan geografis Sumatera Barat yang memiliki kerawanan tinggi terhadap berbagai jenis bencana alam, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Sumatera Barat, Dr. Era Sukma Munaf, ST, MM, kembali menekankan urgensi kolaborasi lintas sektor dalam membangun ketangguhan daerah.


Mengusung tema nasional "Siap Untuk Selamat, Bersatu Dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana", peringatan tahun ini menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi kembali sistem mitigasi, kesiapan sarana-prasarana, serta pemahaman masyarakat terhadap prosedur evakuasi.


Dalam pernyataan yang mengiringi peringatan HKB 2026, Dr. Era Sukma Munaf menyoroti bahwa kesiapsiagaan tidak dapat berjalan secara parsial. Ia menekankan perlunya sinergi antara kesiapan fisik infrastruktur publik seperti jalur evakuasi dan ketahanan bangunan dengan edukasi masyarakat yang berkelanjutan.


"Kesiapsiagaan adalah investasi jangka panjang. Sesuai dengan tema 'Bersatu Dalam Siaga', kita harus memastikan bahwa seluruh pemangku kepentingan, dari pemerintah hingga masyarakat di tingkat akar rumput, memiliki persepsi dan kesiapan yang sama dalam menghadapi potensi ancaman bencana," ujar Dr. Era Sukma Munaf dalam pesan peringatan tersebut.


Provinsi Sumatera Barat yang memiliki topografi beragam, mulai dari pesisir pantai hingga pegunungan, memang menuntut model mitigasi yang adaptif. Peringatan HKB 2026 ini diharapkan tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan pengingat bagi otoritas terkait untuk terus memastikan pemeliharaan infrastruktur penunjang keselamatan publik berjalan secara optimal.


Langkah ini sejalan dengan agenda pengawasan infrastruktur yang belakangan ini menjadi sorotan, di mana integritas bangunan dan fasilitas publik menjadi kunci utama dalam menekan risiko kerugian dan korban jiwa saat terjadi bencana.


HKB 2026 bukan sekadar slogan, melainkan panggilan aksi bagi seluruh warga untuk mengenal risiko di lingkungan masing-masing. BPBD Sumatera Barat terus mendorong terbentuknya budaya sadar bencana, di mana masyarakat tidak lagi bergantung sepenuhnya pada bantuan eksternal, melainkan memiliki kemandirian dalam merespons situasi darurat.


Dengan momentum 26 April ini, diharapkan koordinasi antara pemerintah daerah, badan penanggulangan bencana, dan elemen masyarakat dapat semakin solid, mewujudkan Sumatera Barat yang lebih tangguh, sigap, dan siap menghadapi tantangan bencana di masa depan.  (And) 


×
Berita Terbaru Update