PADANG - Dalam upaya memperkuat ekosistem kesehatan nasional dan menuju kemandirian biomaterial medis, Baru-baru ini, Bank Jaringan Garuda Nusantara (BJGN) member of PT Kranium Mukti Utama membuka peluang kolaborasi strategis dengan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M. Djamil Padang.
Kerja sama ini diproyeksikan menjadi fondasi penting dalam pengembangan pusat layanan biomaterial medis modern, khususnya untuk wilayah Sumatra dan Indonesia bagian barat. Kemitraan ini mencakup pengembangan layanan bank jaringan, biomaterial medis, "tissue bank academy", serta riset translasi berbasis teknologi kesehatan.
Direktur BJGN, Bapak Ery Prasetyo SE, MM, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas visi besar yang dimiliki RSUP Dr. M. Djamil Padang dalam berinovasi.
"Kami melihat RSUP Dr. M. Djamil memiliki visi besar dalam pengembangan layanan kesehatan berbasis inovasi dan riset. Kolaborasi ini bukan hanya mengenai layanan bank jaringan, tetapi juga tentang membangun kemandirian biomaterial nasional dan meningkatkan kualitas pelayanan pasien di Indonesia," ujar Ery Prasetyo dalam keterangan tertulisnya.
Inisiatif strategis ini dirancang untuk menjawab peningkatan kebutuhan layanan biomaterial seiring berkembangnya tindakan bedah saraf, ortopedi, rekonstruksi, dan "regenerative medicine" di Indonesia. Pada tahap awal, kolaborasi kedua belah pihak akan difokuskan pada lima poin utama:
Sistem Terintegrasi: Pengembangan sistem layanan penyimpanan "flap" tulang kranium yang terintegrasi.
Tata Kelola Rumah Sakit: Penguatan tata kelola bank jaringan di lingkungan rumah sakit.
Standar Mutu: Pengembangan biomaterial medis berbasis standar mutu tinggi dan keselamatan pasien.
Riset Bersama: Kolaborasi riset dan pengembangan teknologi bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Edukasi SDM: Pendirian Tissue Bank Academy untuk memberikan dukungan pendidikan, pelatihan, dan peningkatan kapasitas SDM kesehatan.
Inisiatif ini juga berjalan selaras dengan arah transformasi kesehatan yang didorong oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) serta penguatan ekosistem riset bersama BRIN.
Dengan status RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit pendidikan nasional, kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan model layanan bank jaringan modern yang dapat direplikasi di wilayah lain melalui konsep hub-and-spoke.
Selain memberikan dampak klinis yang signifikan bagi kesembuhan pasien, kerja sama ini dinilai membuka peluang investasi kesehatan berbasis teknologi dan inovasi medis yang memiliki nilai pertumbuhan jangka panjang.
Menutup pernyataannya, Ery Prasetyo menegaskan komitmen BJGN untuk terus membangun kolaborasi multipihak, baik dengan pemerintah, rumah sakit, peneliti, maupun mitra industri demi mewujudkan ekosistem kesehatan nasional yang berdaya saing global. (And)
