PASAMAN BARAT - 25 MEI 2026 - Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., mengambil langkah tegas demi mengantisipasi maraknya aksi pencurian hewan ternak menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi. Ia menginstruksikan seluruh jajaran Polres hingga Polsek di bawahnya untuk memperbanyak dan memperluas radius patroli rutin secara preventif.
Langkah ini diambil menyusul lonjakan permintaan dan nilai ekonomi hewan kurban di masyarakat yang kerap dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindak kriminal.
Melalui Kabag Ops Kompol Fahrel Haris saat melakukan peninjauan di Pasar Ternak Simpang Tiga Ophir, Kecamatan Luhak Nan Duo, Jumat (22/5/2026), AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa keamanan hewan ternak milik warga kini menjadi prioritas utama perhatian kepolisian.
"Saya menegaskan, jajaran Polres Pasaman Barat beserta seluruh Polsek di bawahnya akan memperbanyak dan memperluas patroli rutin secara preventif di titik-titik rawan, kawasan persawahan, perkebunan, hingga pemukiman warga," ujar AKBP Agung Tribawanto dalam pernyataan tertulisnya.
Kapolres menambahkan, kehadiran personel di lapangan bertujuan untuk memutus ruang gerak para pelaku pencurian. Dengan demikian, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap terjaga aman, tertib, dan kondusif, sehingga warga dapat menyambut hari raya dan beribadah dengan tenang.
Menindaklanjuti arahan Kapolres, Kabag Ops Kompol Fahrel Haris menjabarkan sejumlah langkah taktis yang perlu dilakukan masyarakat. Ia mengimbau para peternak dan pedagang untuk memperketat pengawasan mandiri, terutama pada malam hari.
Sistem Keamanan Kandang: Pemilik diminta memastikan tempat pemeliharaan berada di lokasi yang mudah dipantau, memiliki akses masuk yang aman, dan selalu terkunci rapat.
Kewaspadaan Pembeli: Warga yang hendak membeli hewan kurban diingatkan untuk hanya bertransaksi di tempat resmi dengan penjual yang jelas identitasnya serta memiliki dokumen kelayakan. Hal ini penting untuk menghindari peredaran hewan hasil curian maupun hewan yang tidak sehat.
Di sisi lain, menyangkut ketersediaan dan kesehatan hewan, Polres Pasaman Barat telah bersinergi dengan Dinas Perkebunan dan Peternakan Pemerintah Daerah setempat. Berdasarkan pemantauan riil di lapangan, stok hewan kurban di Pasaman Barat saat ini dipastikan mencukupi kebutuhan masyarakat dan dalam kondisi sehat serta layak konsumsi.
Pihak kepolisian juga meminta peran aktif masyarakat untuk segera melaporkan hal-hal mencurigakan. Jika ditemukan indikasi kejahatan atau membutuhkan bantuan, warga diimbau tidak ragu menghubungi layanan Call Center 110 yang bersiaga selama 24 jam penuh. (And)
