-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Empati dari Tanah Pasundan, Dedi Mulyadi Berjanji Bangun Kampung untuk Korban Banjir Padang

05 Desember 2025 | 05 Desember WIB Last Updated 2025-12-05T01:36:22Z

PADANG - Udara Padang yang masih diselimuti duka akibat luapan air bah pekan lalu, seolah terangkat sebentar oleh kedatangan seorang tokoh dari Tanah Pasundan. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, atau yang akrab disapa KDM, akhirnya mendaratkan kaki di Ranah Minang, Kamis (4/12/2025). Kunjungan ini bukan sekadar formalitas, melainkan panggilan nurani yang membawa empati dari seberang pulau, untuk melihat langsung luka yang menganga akibat bencana besar.


Begitu tiba, KDM langsung disambut hangat oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir dan  Sekdako Padang Andree Algamar. Perjalanan keduanya segera diarahkan menuju jantung daerah terdampak, tempat di mana puing dan kenangan pahit masih berserakan. Kunjungan menyentuh ke kawasan seperti Gunung Nago, Kecamatan Kuranji, menjadi saksi betapa dahsyatnya musibah yang merenggut tempat tinggal dan harapan banyak warga.


Di tengah reruntuhan, KDM berdialog langsung dengan warga yang kini kehilangan segalanya. Mendengar keluhan dan melihat tatapan mata yang menyimpan kesedihan mendalam, hati Gubernur Jawa Barat itu tergerak kuat. Bukan sekadar bantuan logistik biasa yang ingin ia berikan, melainkan sebuah solusi permanen, membangun kembali kehidupan mereka.


“Alhamdulillah tadi Pak KDM menyampaikan keinginannya untuk membangun satu kampung di sini (Padang),” ungkap Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, dengan nada penuh syukur usai mendampingi KDM meninjau lokasi bencana.


Keinginan ini muncul sebagai respons nyata atas kondisi warga yang kini terpaksa mengungsi. Dalam percakapan yang penuh kehangatan itu, KDM menegaskan bahwa pembangunan satu kampung ini harus dapat menampung warga yang terkena musibah banjir.


Namun, untuk mewujudkan niat mulia ini, KDM mengajukan satu permintaan penting kepada Pemko Padang. “Ketika itu KDM minta kita (Pemko) untuk mencarikan lahan supaya di kampung itu dapat menampung warga yang terkena musibah banjir,” lanjut Maigus Nasir.


Permintaan ini disambut baik oleh Pemko Padang. Saat ini, Pemko Padang memang tengah berupaya keras memfasilitasi korban, salah satunya dengan menyiapkan Rumah Khusus (Rusus) di Kecamatan Koto Tangah. Namun, tawaran membangun satu kampung baru dari KDM dinilai sebagai angin segar yang sangat strategis.


“Tentunya kita sangat mendukung dan berterima kasih jika Pak KDM membangun satu kampung,” sebut Wawako Maigus.


Kehadiran Dedi Mulyadi di Padang hari itu bukan hanya membawa harapan, tetapi juga janji untuk merajut kembali senyum dan mendirikan kembali tempat bernaung yang luluhlantak. Jika terwujud, kampung baru dari inisiatif Gubernur Jawa Barat ini akan menjadi simbol kuatnya ikatan persaudaraan dan gotong royong antar daerah di Indonesia, memfasilitasi ratusan jiwa yang terimbas bencana Jumat pekan lalu untuk memulai lembaran hidup yang baru.  (And) 

×
Berita Terbaru Update