-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Keteguhan di Balik Lumpur, Menyimak Jejak Kepemimpinan Fadly Amran Walikota Padang Pasca Banjir dan Longsor

20 Desember 2025 | 20 Desember WIB Last Updated 2025-12-20T01:54:22Z

Ketika air bah surut, yang tersisa biasanya hanyalah lumpur pekat dan duka yang mendalam. Namun, di sudut-sudut kota Padang yang sempat luluh lantak oleh banjir bandang baru-baru ini, ada pemandangan yang memberikan secercah harapan, sosok pemimpin yang menolak berjarak dengan penderitaan rakyatnya.


Fadly Amran, Walikota Padang, muncul bukan sekadar sebagai pemegang mandat administratif, melainkan sebagai jangkar emosional bagi warga yang kehilangan segalanya.


Sejak detak pertama bencana menghantam, Fadly seolah menanggalkan atribut formalitasnya. Ia memilih untuk berkubang di tengah material sisa banjir, berjalan menyusuri gang-gang sempit yang masih tergenang, dan memastikan bahwa tidak ada satu pun warganya yang merasa berjuang sendirian.


Langkah kakinya yang tak kenal lelah dari satu titik pengungsian ke titik lainnya mengirimkan pesan kuat. "Saya di sini bersama kalian." Kehadiran fisik ini bukan sekadar seremoni politik, melainkan sebuah bentuk validasi atas trauma yang dirasakan warga.


Di mata warga, Fadly kini dikenal sebagai sosok yang tak pernah mengabaikan jeritan di garis depan. Namun, narasi kepemimpinannya tidak berhenti pada motivasi semata. Ia memadukan empati dengan ketegasan eksekusi:


 * Pembersihan Tanpa Jeda: Memastikan alat berat dan personil bekerja ekstra keras untuk mengembalikan aksesibilitas kota.


 * Penataan Kembali Kehidupan: Memasuki tahap rehabilitasi dengan fokus pada pembersihan sanitasi dan pemulihan kebutuhan dasar warga.


 * Penyelesaian Persoalan Lapangan: Meninjau langsung hambatan teknis di setiap sudut kota, memastikan birokrasi tidak menghambat bantuan yang harus segera sampai.


Keteguhan Fadly Amran di tengah badai ini menjadi preseden penting bagi kepemimpinan daerah di Indonesia. Ia membuktikan bahwa di masa krisis, rakyat tidak hanya butuh kebijakan di atas kertas, tetapi butuh "sentuhan" yang memanusiakan.


Kini, saat Padang mulai bersolek kembali dan warga mulai menata puing-puing kehidupan mereka, nama Fadly Amran tercatat bukan hanya sebagai pemimpin yang memerintah, tapi sebagai saudara yang hadir di saat gelap paling pekat. Ia mengajarkan bahwa kepemimpinan sejati adalah tentang ketahanan, kehadiran, dan kasih sayang yang tak berjedah.


"Bencana mungkin menghancurkan infrastruktur, namun kepemimpinan yang tulus akan membangun kembali pondasi harapan yang lebih kuat."


Padang, 20 Desember 2025

Penulis: Andarizal

×
Berita Terbaru Update