PADANG – Menindaklanjuti bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kota Padang pada akhir November 2025 lalu, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang menggelar rapat koordinasi intensif bersama Pemerintah Kota Padang pada Rabu (24/12). Pertemuan ini difokuskan pada percepatan langkah penanganan darurat di sejumlah titik krusial.
Rapat yang berlangsung di Kantor BWS Sumatera V ini dihadiri oleh Asisten II Setda Kota Padang, Kepala Dinas PUPR, serta para Camat dari wilayah terdampak, yakni Kecamatan Nanggalo, Koto Tangah, Kuranji, dan Pauh.
Kepala BWS Sumatera V Padang, Naryo Widodo, menjelaskan bahwa agenda utama pertemuan ini adalah untuk memberikan gambaran komprehensif kepada Pemerintah Kota mengenai rencana aksi di lapangan.
"Kami menginformasikan secara detail terkait titik lokasi penanganan, bentuk konstruksi darurat yang akan dibangun, serta jadwal pelaksanaannya. Hal ini penting agar Pemerintah Kota dapat meneruskan informasi tersebut secara tepat dan transparan kepada masyarakat di sekitar lokasi pekerjaan," ujar Naryo.
Penanganan darurat ini mencakup perbaikan tanggul sungai yang jebol dan pembersihan material longsor yang mengganggu aliran sungai. Mengingat urgensi pekerjaan di lapangan, dukungan dari birokrasi dan warga setempat menjadi faktor penentu keberhasilan proyek.
Naryo menekankan bahwa sinergi antara instansi pusat dan daerah sangat dibutuhkan agar kendala non-teknis dapat diminimalisir.
"Dukungan dari Pemerintah Kota Padang dan seluruh lapisan masyarakat sangat kami butuhkan demi kelancaran pelaksanaan kegiatan ini di lapangan," tambahnya.
Diharapkan dengan adanya koordinasi satu pintu ini, risiko banjir susulan dapat ditekan dan infrastruktur sungai di empat kecamatan terdampak dapat segera kembali berfungsi normal sebelum memasuki puncak musim penghujan berikutnya. (And)
