-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Semangat Kemanusiaan di Balik Seragam, Polantas Polda Sumbar Rangkul Warga Pasca-Banjir

07 Desember 2025 | 07 Desember WIB Last Updated 2025-12-07T04:57:48Z

PADANG - 7 DESEMBER 2025 - Di tengah puing dan sisa lumpur pasca-banjir yang melanda Padang beberapa waktu lalu, baru-baru ini personel Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) menanggalkan sejenak peran mereka sebagai penegak hukum di jalanan. Mereka hadir bukan dengan peluit dan surat tilang, melainkan dengan hati yang tulus dan kantong-kantong sembako.


Meskipun genangan air telah surut, bencana selalu menyisakan luka yang dalam, terutama endapan lumpur tebal yang menyelimuti rumah-rumah dan jalanan. Dalam suasana pemulihan yang lambat inilah, para Polantas Polda Sumbar bergerak. Mereka mendatangi warga satu per satu, membawa bantuan bahan makanan pokok untuk meringankan beban ekonomi yang mendera.

Dalam salah satu momen yang terekam, terlihat jelas personel kepolisian berseragam dinas berdiri di tepi jalan berlumpur, menyerahkan bungkusan hitam berisi bantuan kepada seorang ibu paruh baya. Ini bukan sekadar penyerahan tugas, melainkan sebuah jabat tangan persaudaraan di tengah kesulitan.

Di tempat lain, kamera menangkap personel yang berlutut di tanah, bahu-membahu bersama warga, mencangkul dan menggali lumpur untuk membersihkan akses jalan yang tertutup. Aksi ini menegaskan bahwa solidaritas tidak mengenal batas tugas dan seragam. Mereka membuktikan bahwa polisi adalah bagian integral dari masyarakat yang siap turun tangan dalam kondisi apa pun.


Bencana tidak hanya merusak fisik, tetapi juga meninggalkan trauma psikologis, terutama pada anak-anak. Menyadari hal ini, Polantas Polda Sumbar memberikan perhatian khusus kepada para generasi penerus bangsa.

Dalam suasana yang lebih santai, terlihat personel Polantas berinteraksi akrab dengan anak-anak di sebuah rumah panggung sederhana. Mereka memeluk dan menghibur, bahkan membagikan makanan ringan. Raut wajah cemas pada anak-anak perlahan digantikan oleh senyum tipis, berkat kehadiran para "kakak" Polantas yang penuh kasih sayang. Aksi ini adalah terapi emosional yang tak ternilai harganya, memastikan bahwa keselamatan psikologis mereka juga terjamin.


Seluruh rangkaian kegiatan kemanusiaan ini secara gamblang merefleksikan dan memperluas makna dari slogan yang diusung Ditlantas Polda Sumbar:


 "STOP PELANGGARAN, STOP KECELAKAAN, KESELAMATAN UNTUK KEMANUSIAAN."

Jika biasanya slogan ini berfokus pada keselamatan di jalan raya, kali ini, konsep "Keselamatan" diperluas hingga mencakup keselamatan hidup dan pemulihan sosial masyarakat pasca-bencana. Para Polantas Polda Sumbar telah menunjukkan bahwa tugas mereka bukan hanya mengatur lalu lintas, tetapi juga menjadi tiang penopang bagi warga yang membutuhkan, mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan di atas segalanya. Kehadiran mereka di lokasi bencana menegaskan kembali bahwa Polri adalah sahabat dan keluarga yang selalu siap sedia di sisi masyarakat. (And) 

×
Berita Terbaru Update