PADANG - Suasana haru dan penuh rasa terima kasih menyelimuti Kantor Camat Koto Tangah, Padang, hari Jumat (12/12) lalu. Kota Bingkuang, yang baru-baru ini dilanda bencana hidrometeorologi, mendapat kunjungan kehormatan sekaligus uluran tangan kemanusiaan dari Uni Emirat Arab (UEA).
Wakil Duta Besar UEA untuk Indonesia, Mrs. Shaima Al Hebsi, tiba di Padang khusus untuk menyerahkan bantuan logistik penting bagi masyarakat yang terdampak. Kedatangan perwakilan negara kaya minyak tersebut disambut langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, yang menyampaikan apresiasi mendalam atas solidaritas yang ditunjukkan.
Bencana hidrometeorologi yang mencakup banjir dan tanah longsor telah meninggalkan jejak kerusakan dan kesengsaraan di berbagai wilayah Padang. Ratusan keluarga terpaksa mengungsi, kehilangan harta benda, dan membutuhkan pasokan dasar untuk bertahan hidup.
"Kunjungan Mrs. Shaima Al Hebsi ini adalah manifestasi nyata dari ikatan persahabatan yang kuat antara Indonesia dan UEA," ujar Wali Kota Fadly Amran dalam sambutannya. "Bantuan logistik ini, yang tiba tepat waktu, akan sangat membantu meringankan beban saudara-saudara kita di sini, khususnya yang berada di wilayah Koto Tangah dan sekitarnya."
Mrs. Shaima Al Hebsi, didampingi staf kedutaan, tampak menunjukkan empati yang besar saat berbicara tentang penderitaan korban bencana. Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan UEA dalam mendukung upaya pemulihan pasca-bencana di berbagai belahan dunia.
"Kami berharap bantuan kecil ini dapat memberikan kehangatan dan kekuatan bagi masyarakat Padang untuk segera bangkit dari cobaan ini," tutur Mrs. Shaima Al Hebsi. "Kami berdiri bersama rakyat Padang dalam masa sulit ini."
Bantuan logistik yang diserahkan meliputi kebutuhan pokok seperti makanan siap saji, selimut, pakaian, dan perlengkapan kebersihan. Penyerahan simbolis dilakukan di tengah suasana koordinasi yang erat antara pihak Kedutaan UEA dan Pemerintah Kota Padang, menjamin bahwa bantuan dapat segera didistribusikan ke tangan mereka yang paling membutuhkan.
Kunjungan ini bukan hanya sekadar seremoni penyerahan bantuan, tetapi juga menjadi simbol solidaritas global yang menguatkan semangat warga Padang untuk memulai proses rehabilitasi dan rekonstruksi. (And)
