-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

​"Sumbar Tidak Sendiri" Bantuan Rp1 Miliar Banten Jadi Penambah Semangat Tanggap Darurat

12 Desember 2025 | 12 Desember WIB Last Updated 2025-12-12T04:47:25Z
PADANG - 12 DESEMBER 2025 - Di tengah duka yang masih menyelimuti Sumatera Barat akibat bencana alam dahsyat, secercah harapan dan solidaritas tiba dari ujung barat Jawa. Pemerintah Provinsi Banten, dipimpin langsung oleh Gubernur Andra Soni, hadir di Padang membawa dukungan moral dan materi senilai Rp1 miliar, menjadi penegasan bahwa Ranah Minang tidak berdiri sendiri dalam menghadapi cobaan ini.


Kedatangan Gubernur Andra Soni dan rombongan disambut hangat oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, di Istana Gubernuran. Penyerahan bantuan ini bukan sekadar seremoni finansial, melainkan wujud "pulang kampuang" seorang putra daerah yang tergerak melihat kampung halamannya meratap.


"Terima kasih, Pak Gubernur, sudah pulang kampuang hari ini," ujar Mahyeldi dengan nada haru. "Seperti kata Bapak Presiden, masyarakat Sumbar tidak sendiri. Hari ini, dukungan itu nyata hadir dari Banten."


Mahyeldi kemudian memaparkan data pilu mengenai dampak bencana yang membuat Sumbar harus memperpanjang masa tanggap darurat hingga 22 Desember. Angka-angka yang disampaikan melukiskan skala kehancuran yang masif:


  * Korban Meninggal Dunia 241 orang 

  * Warga Terdampak Lebih dari 296 ribu jiwa 

  * Warga Mengungsi Sekitar 20 ribu jiwa 

  * Rumah Rusak 45 ribu unit 

  * Lahan Pertanian Rusak 75 ribu hektare 


"Total kerusakan sementara ditaksir hampir mencapai Rp5 triliun," ungkap Mahyeldi. Ia menambahkan bahwa perubahan kondisi geologi, seperti retakan bukit, jalan yang patah, hingga aliran sungai yang bergeser, kini menjadi tantangan baru yang harus segera dikaji sebelum memasuki fase rekonstruksi. Mahyeldi memperkirakan anggaran yang dibutuhkan untuk membangun kembali Sumbar mencapai setidaknya tiga kali lipat dari nilai kerusakan saat ini.


Gubernur Banten, Andra Soni, dalam sambutannya menyampaikan belasungkawa mendalam. Sebagai sosok yang memiliki akar kuat di Sumatera Barat, kehadirannya terasa lebih personal.


"Atas nama Pemerintah Provinsi dan masyarakat Banten, kami menyampaikan duka mendalam. Sebagai putra asal Sumatera Barat, saya juga ingin memberikan dukungan moral secara langsung kepada Pak Gubernur," kata Andra Soni.


Ia menjelaskan bahwa Banten pernah dilanda bencana besar, termasuk tsunami, sehingga mereka memahami betul betapa panjang dan beratnya proses pemulihan. Solidaritas Banten ditunjukkan tidak hanya melalui dana, tetapi juga melalui penugasan tim teknis dari BPBD, Perkim, Dinsos, hingga Lingkungan Hidup untuk melihat kondisi di lapangan.


Rombongan Banten sendiri membagi tugas hari itu; Andra Soni ke Sumbar, Wakil Gubernur ke Sumut, dan Sekda ke Aceh, menunjukkan aksi cepat tanggap yang terkoordinasi.


"Kami tidak ingin merepotkan. Kami hanya ingin menyampaikan dukungan secara langsung. Izinkan kami meninjau beberapa lokasi agar bisa menjadi pembelajaran ke depan," tutup Andra Soni, memastikan bahwa semangat gotong royong dan solidaritas dari masyarakat Banten akan terus mengalir untuk membantu Sumbar bangkit dari puing-puing musibah. (And) 

×
Berita Terbaru Update