Sumatera Barat adalah wilayah dengan topografi yang menantang sekaligus mempesona. Di balik keindahan bukit dan lembahnya, tersimpan risiko hidrometeorologi yang kerap menguji ketangguhan infrastruktur daerah. Di tengah dinamika inilah, sosok Armizoprades, S.T., M.T. muncul sebagai nakhoda baru Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat yang membawa angin segar: efektivitas dan responsivitas.
Sejak dilantik pada tahun 2025 menggantikan Dr. Ir. Erasukma Munaf, Armizoprades tidak sekadar duduk di belakang meja. Beliau memahami bahwa urusan infrastruktur adalah urusan "perut" dan konektivitas rakyat yang tidak bisa ditunda.
Apresiasi layak diberikan atas aksi sigap beliau dalam menangani titik-titik kritis pasca-bencana. Peninjauan langsung terhadap longsor di ruas Koto Alam pada November 2025 dan pemasangan Jembatan Bailey di jalur Lubuk Basung Sei. Limau adalah bukti nyata bahwa birokrasi di bawah kepemimpinan beliau bergerak secara taktis. Jembatan darurat tersebut bukan sekadar konstruksi besi, melainkan penyambung harapan bagi mobilitas logistik dan ekonomi warga yang sempat terputus.
Langkah Armizoprades yang proaktif dalam menyambut Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Komisi V DPR RI pada Desember 2025 menunjukkan kematangan dalam diplomasi pembangunan. Sebagai Kepala Dinas, beliau menyadari bahwa membangun Sumatera Barat tidak bisa dilakukan sendirian; diperlukan sinergi yang kuat antara APBD dan APBN.
Kini, memasuki awal tahun anggaran 2026, kepemimpinan beliau diuji untuk memastikan perencanaan yang matang sejak hari pertama. Rapat persiapan yang beliau pimpin menunjukkan komitmen agar proyek fisik tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga tepat mutu dan tepat sasaran.
"Infrastruktur adalah fondasi peradaban. Ketika jalan terhubung, kesejahteraan akan mengikuti."
Masyarakat Sumatera Barat tentu menaruh harapan besar pada pundak Armizoprades. Fokus beliau pada penataan tata ruang dan pemulihan konektivitas diharapkan mampu meminimalisir dampak bencana di masa depan melalui konsep pembangunan yang lebih tangguh (resilient infrastructure).
Kita mengapresiasi dedikasi yang telah ditunjukkan sejauh ini. Kepemimpinan yang turun ke lapangan dan mendengar keluhan warga adalah standar baru yang kita harapkan terus konsisten dijalankan. Selamat bekerja, Pak Armizoprades. Teruslah menjaga nadi pembangunan di Ranah Minang.
Padang, 22 Januari 2026
Oleh: Andarizal
