PADANG, SUMATERA BARAT - 25 APRIL 2026 - Kedisiplinan adalah pilar utama dalam dunia pendidikan. Hal inilah yang ditegaskan kembali oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) baru-baru ini ke SMA Negeri 1 Sungai Geringging, baru-baru ini.
Dalam kunjungan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut, Gubernur Mahyeldi menyoroti tata kelola kedisiplinan guru yang dinilai masih belum maksimal. Puncaknya, orang nomor satu di Sumatera Barat tersebut langsung memeriksa buku absensi dan mempertanyakan pola kehadiran staf pengajar yang tidak disiplin sejak awal jam kerja.
Momen ketegasan terlihat saat Mahyeldi memeriksa buku kehadiran. Ia menemukan adanya pola kehadiran yang tidak konsisten, di mana beberapa guru tampak hanya datang ketika memiliki jadwal mengajar, dan tidak hadir sejak pagi hari.
"Kenapa ada yang datang tidak pagi? Semua guru harus datang pagi," tegas Mahyeldi di hadapan pihak sekolah.
Ketika pihak sekolah mencoba memberikan alasan bahwa guru hadir secara bergantian sesuai jam mengajar, Gubernur Mahyeldi dengan tegas menolak pola pikir tersebut. Menurutnya, sekolah adalah institusi yang harus menanamkan budaya disiplin, dan guru adalah teladan utama bagi para siswa.
"Sekolah bukan tempat santai. Guru harus datang pagi. Kedisiplinan ini adalah harga mati untuk membangun karakter siswa," tambahnya.
Selain persoalan disiplin guru, sidak ini juga mengungkap sejumlah catatan penting terkait kondisi lingkungan sekolah. Mahyeldi tampak menaruh perhatian besar pada sarana prasarana yang tidak tertata rapi. Di salah satu sudut sekolah, terlihat tumpukan kursi kayu yang terbengkalai dan kondisi kebersihan lingkungan yang memerlukan perhatian serius.
Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa lingkungan belajar yang bersih, nyaman, dan terawat adalah hak siswa. Ketidaksiapan fasilitas sekolah, seperti tumpukan barang yang tidak rapi dan masalah sanitasi, mencerminkan manajemen sekolah yang kurang responsif terhadap kebutuhan siswa.
Melalui sidak ini, Gubernur Mahyeldi ingin memberikan pesan kuat kepada seluruh tenaga pendidik di Sumatera Barat bahwa profesionalisme tidak bisa ditawar. Kehadiran guru di sekolah bukan hanya untuk memenuhi jam mengajar, melainkan sebagai bentuk komitmen dalam mengawal proses pendidikan yang berkualitas.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berjanji akan terus melakukan evaluasi terhadap sekolah-sekolah di wilayahnya guna memastikan bahwa setiap institusi pendidikan menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya dengan maksimal, demi mencetak generasi penerus yang berintegritas dan disiplin.
(And)
