PESISIR SELATAN – Di balik seragam gagah dan tanggung jawab besar menjaga stabilitas keamanan Sumatera Barat, tersimpan sisi humanis yang kental dari sosok Irjen Pol Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA. Di sebuah hari Jumat yang khidmat (16/1), jalanan berkelok menuju lembah perbukitan Kabupaten Pesisir Selatan menjadi saksi hadirnya seorang pemimpin yang tak sekadar datang untuk bertugas, namun datang untuk menyapa jiwa.
Lumpo, sebuah nagari yang asri di pelukan bukit, mendadak terasa berbeda. Kedatangan Kapolda Sumbar bukan disambut dengan protokoler kaku yang menegangkan, melainkan dengan suasana kekeluargaan yang kental. Di Masjid Pahlawan Lumpo, suasana haru menyelimuti saat Irjen Pol Gatot duduk bersimpuh bersama masyarakat dan anak-anak yatim.
Doa-doa yang dipanjatkan bukan sekadar rutinitas, melainkan simbol permohonan keselamatan bagi tanah Minang. Santunan yang diberikan kepada anak-anak yatim sore itu menjadi penyemangat bagi warga sekitar, membuktikan bahwa Polri hadir sebagai pelindung sekaligus pengayom yang memiliki kepedulian sosial tinggi.
Namun, momen yang paling membekas di hati para staf dan anggota adalah saat sang Jenderal memutuskan untuk sejenak melepas atribut kesibukannya. Di tengah padatnya agenda, beliau menyempatkan diri mampir ke kediaman salah satu anggotanya di Lumpo.
Bagi seorang anggota Polri, dikunjungi oleh pimpinan tertinggi di tingkat provinsi di tanah kelahiran sendiri adalah sebuah kehormatan yang tak terlukiskan dengan kata-kata.
"Suatu kebahagiaan dan kebanggaan bagi kami. Di sela kesibukan memikirkan masyarakat, Bapak Kapolda masih menyempatkan mampir di kediaman kami. Kampung kami sudah sangat lama sekali tidak didatangi oleh seorang Kapolda secara khusus," ujar salah satu anggota dengan nada penuh haru.
Kunjungan ini bukan sekadar perjalanan dinas biasa. Ini adalah narasi tentang kepemimpinan yang melayani (Servant Leadership). Dengan mendatangi pelosok nagari, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta sedang mengirimkan pesan bahwa tidak ada jarak yang terlalu jauh untuk merangkul bawahan, dan tidak ada jabatan yang terlalu tinggi untuk bersujud dan berbagi bersama anak yatim.
Bagi masyarakat Lumpo, kehadiran sang Jenderal adalah sejarah. Bagi para anggota, ini adalah suntikan moral yang luar biasa. Sebuah pengingat bahwa di bawah komando beliau, mereka bukan sekadar angka dalam organisasi, melainkan bagian dari keluarga besar yang saling peduli.
Menutup kunjungan penuh kesan tersebut, hanya doa terbaik yang mengiringi langkah sang Jenderal kembali ke Padang. Harapan agar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta beserta keluarga senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT, membawa amanah kepolisian Sumatera Barat menuju keberkahan.
Terima kasih, Jenderal. Kehadiranmu di lembah perbukitan Lumpo telah meninggalkan jejak kebaikan yang akan selalu diingat oleh masyarakat dan setiap anggota yang bernaung di bawah kepemimpinanmu. (And)
