PADANG – 5 DESEMBER 2025 - Debu bercampur lumpur tebal menyelimuti permukiman di kawasan Lubuk Minturun, Kota Padang, menyisakan pemandangan pilu pasca-surutnya banjir bandang. Di tengah puing dan tumpukan sampah sisa luapan air, secercah harapan muncul dari gerakan serentak gotong royong yang dipimpin langsung oleh personel Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat (Sumbar) bersama warga setempat.
Baru-baru ini, seragam cokelat kepolisian yang biasa identik dengan pengaturan jalanan, kini terlihat berlumuran tanah. Petugas Ditlantas, beberapa di antaranya masih mengenakan rompi neon bertuliskan "POLISI GAKKUM", turun langsung ke parit dan halaman rumah yang dipenuhi material banjir.
Bukan lagi mengatur laju kendaraan, tangan-tangan petugas kini sibuk mengayunkan sekop, memindahkan tumpukan kerikil dan endapan lumpur pekat. Di satu sudut, dua personel terlihat berjuang mengangkat bungkusan besar berisi rongsokan material yang telah mengering, memikulnya bersama layaknya tandu darurat. Kehadiran mereka seolah menjadi jangkar di tengah keputusasaan warga.
"Lumpur ini tebal sekali, hampir setinggi lutut di beberapa tempat," ujar seorang warga sambil menyeka keringat. "Tapi dengan bantuan Bapak-bapak Polantas, semangat kami jadi terangkat."
Di halaman rumah yang lain, terjadi proses evakuasi yang dramatis. Beberapa personel dan warga bahu-membahu menarik sebuah sepeda motor matic yang nyaris tak berbentuk, tertutup sepenuhnya oleh lumpur dan serpihan kayu. Dibawah tatapan serius dan terarah, petugas berupaya menyelamatkan aset berharga warga yang terseret arus, tindakan ini memberikan pesan yang jelas, Kepolisian hadir sebagai bagian dari masyarakat, bukan sekadar penegak hukum.
AKBP H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq menegaskan bahwa aksi ini adalah implementasi nyata dari tugas kemanusiaan Polri. “Ini adalah bukti nyata. Kami tidak hanya hadir di jalan raya, tetapi kami selalu hadir untuk masyarakat, baik di saat suka maupun duka. Musibah ini adalah duka kita bersama, dan sudah menjadi kewajiban kami untuk meringankan beban saudara-saudara kita di Lubuk Minturun ini,” tegas Dirlantas.
Aksi gotong royong ini tidak hanya bertujuan membersihkan sisa banjir, tetapi juga merekatkan kembali ikatan sosial yang sempat terganggu oleh bencana. Melalui kerja keras yang dibagikan, lumpur tebal pun perlahan tersingkir, memberi ruang bagi warga untuk kembali menata kehidupan.
Kegiatan ini secara gamblang merefleksikan slogan yang diusung oleh Ditlantas Polda Sumbar: STOP PELANGGARAN, STOP KECELAKAAN, KESELAMATAN UNTUK KEMANUSIAAN. Keselamatan, dalam konteks ini, meluas hingga memastikan keselamatan dan pemulihan lingkungan hidup pasca-bencana.
Aksi bersih-bersih ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kawasan Lubuk Minturun, membuktikan bahwa sinergi antara Polri dan masyarakat adalah kekuatan utama dalam menghadapi segala tantangan. (And)
