Di saat sebagian besar warga Kota Padang berjuang memulihkan rumah mereka dari sisa lumpur banjir bandang akhir 2025, ada sekelompok orang yang tak sempat beristirahat. Mereka adalah jajaran teknis Perumda Air Minum (PDAM) Kota Padang. Di bawah komando jajaran direksi, para "pejuang air" ini mempertaruhkan fisik dan waktu, bekerja dalam senyap di tengah hutan dan hulu sungai demi memastikan air kembali mengalir.
Kerusakan yang ditinggalkan banjir bandang bukanlah kerusakan biasa. Pipa-pipa transmisi utama yang menjadi urat nadi distribusi air kota tidak hanya sekadar bocor, namun banyak yang terputus dihantam material kayu dan batu besar. Akses menuju lokasi sumber air (intake) pun seringkali tertutup longsor, memaksa petugas mengangkut peralatan berat secara manual.
Publik melihat hasil akhirnya di kran rumah mereka, namun jarang yang melihat proses di baliknya, petugas yang berlumur lumpur hingga larut malam, pengerjaan pengelasan pipa di tengah cuaca yang tak menentu, hingga upaya Dirut PDAM yang turun langsung memastikan setiap progres berjalan sesuai target. Memperbaiki sistem yang luluh lantak oleh alam memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, ia butuh ketelitian teknis dan ketahanan fisik yang prima.
Langkah Komisi II DPRD Kota Padang yang mengajukan audit operasional tahun anggaran 2025 merupakan prosedur yang wajar dalam sistem ketatanegaraan. Namun, audit ini sebaiknya tidak dipandang sebagai vonis kegagalan. Sebaliknya, hasil audit nanti diharapkan mampu menjadi bukti otentik bagi publik mengenai betapa masifnya kerusakan yang dihadapi PDAM.
Masyarakat Kota Padang yang bijak tentu memahami bahwa dedikasi jajaran PDAM adalah bentuk pelayanan prima yang melampaui tugas administratif. Apresiasi layak diberikan kepada mereka yang tetap berdiri tegak di saat fasilitas operasional mereka sendiri hancur diterjang bencana.
Kritik dan pengawasan dari DPRD adalah "vitamin" untuk perbaikan manajemen, namun dukungan moral dari masyarakat adalah "bahan bakar" bagi para petugas lapangan. Memahami lelah mereka adalah cara kita menghargai setiap tetes air yang berhasil kembali sampai ke rumah kita.
Kini, sinergi antara kerja keras PDAM dan pengawasan DPRD diharapkan mampu melahirkan infrastruktur air bersih yang lebih kuat dan tahan bencana bagi warga Padang tercinta.
Padang, 26 Januari 2026
Oleh: Andarizal
