-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Menjaga Marwah Nagari, Peran Strategis Lembaga Adat dan Media di Minangkabau

23 Januari 2026 | 23 Januari WIB Last Updated 2026-01-23T04:33:50Z

Dr. Drs. M. Sayuti Dt. Rajo Panghulu, M.Pd, 


Eksistensi Minangkabau sebagai sebuah entitas budaya sangat bergantung pada kemampuannya menjaga keseimbangan antara aturan adat dan syariat agama. Dalam catatan strategis Dr. Drs. M. Sayuti Dt. Rajo Panghulu, M.Pd, terlihat jelas bahwa menjaga marwah nagari di era modern memerlukan kolaborasi multisektoral yang solid.


Filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABSSBK) bukan sekadar slogan, melainkan ruh yang dihidupkan melalui peran-peran lembaga berikut:


1. Fondasi Pemikiran dan Hukum

Langkah awal menjaga marwah dimulai dari pemahaman yang benar. Pusat Kajian ABSSBK HAM hadir sebagai motor intelektual yang mengkaji dan menjalankan ajaran adat-agama secara beriringan. Upaya ini diperkuat dengan adanya LAKAM (Lembaga Advokasi Kebudayaan Adat Minangkabau). Di tengah kompleksitas hukum modern, LAKAM hadir membantu masyarakat pencari keadilan untuk mendapatkan kepastian hukum berbasis adat Minangkabau.


2. Benteng Pertahanan dan Pelestarian Nilai

Keamanan sebuah nagari tidak hanya soal fisik, tapi juga kehormatan. BADUPARI (Barisan Dubalang Parik Paga Nagari) berdiri sebagai garda terdepan dalam menjaga marwah ABSSBK dan perlindungan HAM di tingkat akar rumput.


Sejalan dengan itu, LKAAM tetap menjadi pilar utama dalam melestarikan dan menanamkan nilai-nilai ajaran adat secara sistematis. Tanpa penanaman nilai yang kuat, identitas generasi muda akan mudah tergerus zaman.


3. Ketahanan Moral dan Literasi Publik

Peran domestik namun strategis diemban oleh Bundo Kanduang. Sebagai Limpapeh Rumah Nan Gadang, Bundo Kanduang bertanggung jawab penuh menjaga anak, cucu, dan kemenakan dari perbuatan tercela. Ketahanan moral keluarga adalah fondasi dari ketahanan sebuah nagari.


Terakhir, di era arus informasi yang begitu deras, peran media menjadi sangat krusial. Persatuan Wartawan Cinta Budaya bertindak sebagai wadah edukasi dan literasi. Mereka memastikan bahwa informasi mengenai kebudayaan dan adat Minangkabau tersampaikan secara benar, positif, dan mampu menginspirasi publik luas.


Menjaga marwah nagari adalah kerja kolektif. Ketika pengambil kebijakan, penegak aturan, penjaga moral, dan insan pers bersinergi, maka tatanan masyarakat Minangkabau yang harmonis dan beradab akan terus berdiri kokoh.


Padang, 23 Januari 2026

Oleh: Andarizal

×
Berita Terbaru Update