Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, menegaskan komitmennya dalam menjalankan amanah kepemimpinan dengan memegang teguh nilai-nilai adat Minangkabau. Dalam pernyataan terbaru yang sarat akan makna filosofis, Vasko menekankan bahwa esensi dari seorang pemimpin di Ranah Minang adalah dedikasi total terhadap masyarakat.
"Berpijak pada adat, menatap masa depan. Di Ranah Minang, nilai dijaga, marwah dipelihara, tanggung jawab dipikul dengan tenang," ungkap Vasko dalam sebuah narasi yang mencerminkan visi kepemimpinannya.
Menurut Vasko, kepemimpinan modern di Sumatera Barat tidak boleh terlepas dari akar budaya. Ia memandang bahwa identitas Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah adalah kompas yang memastikan kemajuan daerah tetap berada dalam koridor moral dan etika yang kuat.
Ia menggarisbawahi bahwa jabatan bukanlah panggung untuk mencari kemegahan diri, melainkan sebuah ruang pengabdian yang luas. "Pemimpin lahir bukan untuk diagungkan, tetapi untuk pengabdian," tambahnya.
Pesan ini juga menyiratkan pentingnya menjaga 'marwah' atau kehormatan daerah di tengah arus globalisasi. Dengan memikul tanggung jawab secara tenang, seorang pemimpin diharapkan mampu menghadapi tantangan kompleks masa depan mulai dari transformasi ekonomi hingga pelestarian budaya tanpa kehilangan jati diri sebagai orang Minang.
Pernyataan ini mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan yang merindukan sosok pemimpin dengan pendekatan humanis namun tetap berwibawa secara adat. Filosofi "didahulukan salangkah, ditinggikan sarantiang" tampak hidup kembali dalam narasi yang diusung oleh Wagub Sumatera Barat ini.
Melalui visi ini, Vasko Ruseimy mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi. Fokus utamanya adalah bagaimana membawa Sumatera Barat melangkah maju ke arah modernisasi tanpa meninggalkan kearifan lokal yang telah menjadi kekuatan masyarakat selama berabad-abad.
Padang, 23 Januari 2026
Oleh: Andarizal
