Ada sebuah pemeo tua yang mengatakan bahwa air adalah sumber kehidupan, namun bagi warga di sepanjang aliran Batang Lembang, air sempat menjadi kawan sekaligus lawan yang sukar ditebak. Bertahun-tahun, luapan air saat musim penghujan menjadi "tamu tak diundang" yang meluluhlantakkan sawah dan merendam harapan di teras rumah.
Namun, hari ini, narasi itu telah berganti. Batang Lembang tidak lagi dipandang dengan tatapan cemas. Sebaliknya, ia kini menjadi magnet yang menarik warga untuk datang dan merayakan kehidupan.
Kala jarum jam merambat ke angka lima sore, suasana di tepian Batang Lembang berubah menjadi panggung sosial yang hangat. Cahaya matahari yang menguning di ufuk barat memantul di permukaan air yang kini lebih tenang. Di atas turap yang berdiri kokoh dan rapi, warga Solok berkumpul. Ada tawa yang pecah di antara kunyahan cemilan ringan, ada diskusi hangat para orang tua, dan ada keceriaan anak-anak yang menikmati angin senja.
Proyek Pengendalian Banjir Tahap II yang dikomandoi oleh BWS Sumatera V Padang melalui PPK Sungai dan Pantai II ini, bukan sekadar urusan teknis pembangunan dinding penahan. Ini adalah upaya "memanusiakan" sungai. Dengan nilai kontrak sebesar Rp48,6 miliar, proyek ini berhasil menyulap lokasi yang dulunya kumuh menjadi kawasan wisata air yang bernilai estetika tinggi.
Perjalanan membangun "benteng" pelindung ini tidaklah semulus aliran airnya. Alam Minangkabau yang sedang bergejolak dengan cuaca ekstrem sempat menjadi aral melintang. Banjir dan longsor yang melanda sebagian wilayah Sumatera Barat diakhir penghujung 2025 sempat memaksa alat berat berhenti bekerja.
Namun, di sinilah integritas dipertaruhkan. PT. Takabea Reshi Consulindo selaku kontraktor pelaksana menunjukkan ketangguhan profesional. Meski sempat terkendala alam, mereka memanfaatkan masa tambahan waktu 50 hari dengan sangat maksimal. Hasilnya bukan sekadar bangunan yang selesai tepat waktu, melainkan infrastruktur dengan mutu yang terjaga.
"Kami tidak hanya membangun tembok beton, kami sedang membangun rasa aman bagi ribuan jiwa yang bergantung pada lahan sawah dan kenyamanan rumah di sini," ujar salah satu pelaksana lapangan dalam sebuah kesempatan.
Keberhasilan proyek yang didanai oleh SBSN ini memberikan efek domino yang luar biasa bagi perekonomian lokal:
* Perlindungan Aset: Sawah, ladang, dan fasilitas umum kini memiliki barisan pelindung yang tangguh.
* Geliat Ekonomi: Munculnya keramaian warga di sore hari secara otomatis membuka ruang bagi pedagang kecil dan UMKM untuk menjajakan dagangannya.
* Kesehatan Mental Lingkungan: Lingkungan yang elegan, bersih, dan sejuk dipandang mata memberikan dampak psikologis positif bagi warga kota.
Wajar jika kemudian apresiasi mengalir deras layaknya air sungai yang jernih. Warga Kota dan Kabupaten Solok kini bisa bernapas lega. Terima kasih yang tak terhingga tersampaikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum melalui BWS Sumatera V Padang, serta seluruh konsultan dan kontraktor yang telah berjibaku di lapangan.
Batang Lembang kini berdiri sebagai monumen keberhasilan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. Ia adalah bukti bahwa fungsi teknis untuk menjaga keamanan negara dan warga, jika dipadukan dengan sentuhan estetika, akan melahirkan harmoni yang indah.
Kini, setiap kali senja tiba, Batang Lembang adalah tempat di mana rasa takut akan banjir telah larut, berganti dengan rasa syukur yang mengalir tenang.
Padang, 16 Januari 2026
Oleh: Andarizal
