-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Wujudkan Pendidikan Terjangkau di Ranah Pesisir, Alumni PGA Balai Selasa Bangun SDIT/SMPIT Albarakah

24 Februari 2026 | 24 Februari WIB Last Updated 2026-02-24T03:53:47Z


RANAH PESISIR - 24 FEBRUARI 2026 - Semangat pengabdian untuk kampung halaman ditunjukkan secara nyata oleh tokoh masyarakat dan para alumni PGA Balai Selasa. Di bawah kepemimpinan Haji Syamsul Kaini (yang akrab disapa Haji Room), Yayasan Albarakah Nani Center kini tengah giat membangun gedung permanen untuk SDIT dan SMPIT Albarakah.


Berlokasi di Kampung Semedang, Nagari Nyiur Melambai, Kecamatan Ranah Pesisir, sekolah ini didirikan dengan misi khusus, memberikan akses pendidikan Islam terpadu yang berkualitas namun tetap terjangkau bagi masyarakat kurang mampu. Bagi Haji Room, membangun sarana pendidikan di tanah kelahiran adalah bentuk amal ibadah yang tak terputus.


Saat ini, proses pembangunan sedang difokuskan pada penyelesaian dua ruang kelas (lokal) permanen. Haji Room menyatakan optimismenya bahwa fasilitas ini akan siap digunakan sepenuhnya pada akhir tahun 2026.


"Kami sedang giat-giatnya membangun. Targetnya dua lokal ini rampung di akhir 2026. Ke depannya, kami berkomitmen untuk terus membangun gedung yang lebih representatif agar anak-anak kita nyaman menuntut ilmu," ujar Haji Syamsul Kaini.


Ada hal unik yang menarik perhatian dalam proses pembangunan gedung ini. Haji Syamsul Kaini menjelaskan bahwa pembangunan fisik sekolah tersebut tidak lepas dari nilai-nilai kearifan lokal petani zaman dahulu yang sarat akan makna filosofis (hakikat dan makrifat).


Dalam tradisi "naik batang" atau pemasangan rangka atap, terdapat simbol-simbol seperti tebu, setawa-sedingin (urasan), kelapa, hingga bendera Merah Putih yang dipasang di puncak bangunan.

 

 "Petani dulu penuh dengan hakikat. Tebu dan urasan itu simbol penawar atau pendingin agar dijauhkan dari gangguan. Kelapa digantung sebagai simbol manfaat (minyak) bagi siapa yang memandang. Payung sebagai tempat berlindung, dan Merah Putih sebagai simbol keberanian menghadapi tantangan masa depan," jelas Haji Syamsul.


Beliau menambahkan bahwa filosofi "naik rumah dapek air, naik sekolah dapek ilmu" menjadi dasar utama pembangunan ini. Harapannya, setiap siswa yang masuk ke SDIT/SMPIT Albarakah benar-benar mendapatkan "air" pengetahuan dan pendidikan karakter yang kuat.


Kehadiran SDIT/SMPIT Albarakah diharapkan menjadi angin segar bagi dunia pendidikan di Pesisir Selatan, khususnya dalam mencetak generasi penghafal Al-Qur'an yang memiliki jiwa nasionalisme tinggi namun tetap menjunjung tinggi adat istiadat Minangkabau. (And/Adi kampai) 

×
Berita Terbaru Update