PADANG - 31 MARET 2026 - Bagi para pelintas jalur utama yang menghubungkan Kota Padang dengan wilayah perbukitan Sumatera Barat, tantangan di kawasan Lembah Anai bukan sekadar tentang tikungan tajam dan tebing yang menjulang, melainkan juga tentang waktu. Selama beberapa masa, sistem buka-tutup menjadi pemandangan harian yang memaksa pengendara bersabar di balik kemudi.
Namun, sebuah titik terang muncul bagi urat nadi transportasi Sumatera Barat ini. Terhitung mulai tanggal 1 April 2026, kebijakan sistem buka-tutup yang biasanya membatasi gerak masyarakat antara pukul 08.00 hingga 17.00 WIB resmi berakhir. Jalur ikonik Padang Panjang – Sicincin kini terbuka lebar selama 24 jam penuh tanpa pembatasan waktu.
Kepastian ini hadir melalui informasi dari Kepala Satker PJN Wilayah I Provinsi Sumatera Barat, Andi Mulya Rusli, ST., MT, yang disampaikan oleh Noor Arias Syamsu, ST., M.Si (PPK 1.1). Langkah ini diambil untuk mengembalikan ritme ekonomi dan mobilitas masyarakat yang selama ini bergantung pada jalur strategis tersebut.
Dengan dibukanya akses sepanjang hari, arus logistik, kendaraan umum, hingga wisatawan tidak lagi perlu terikat pada jadwal pengerjaan proyek di lapangan. Pergerakan yang lebih fleksibel ini diharapkan mampu memicu kembali gairah ekonomi di sepanjang lintas tengah Sumatera Barat.
Meski jalanan kini bebas dilalui kapan saja, pihak berwenang mengingatkan bahwa kemudahan ini datang dengan tanggung jawab besar bagi para pengendara. Karakteristik Lembah Anai yang eksotis namun menyimpan risiko alam tetap memerlukan perhatian ekstra.
"Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk tetap berhati-hati, meningkatkan kewaspadaan, serta mematuhi arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama," tegas Noor Arias Syamsu.
Kondisi cuaca Sumatera Barat yang sering berubah secara mendadak, terutama kabut tebal dan intensitas hujan yang tinggi di area perbukitan, menjadi alasan utama mengapa kepatuhan terhadap petugas lapangan tetap menjadi kunci.
Pembukaan akses 24 jam ini bukan sekadar urusan teknis perbaikan jalan, melainkan simbol kembalinya kenyamanan bertransportasi bagi warga Sumatera Barat. Kini, suara gemuruh air terjun Lembah Anai bisa dinikmati oleh para pelintas di tengah malam yang sunyi maupun di bawah terik matahari, tanpa perlu khawatir bertemu palang penutup jalan.
Bagi Anda yang berencana melintas, pastikan kendaraan dalam kondisi prima dan tetap jadikan keselamatan sebagai tujuan utama di atas kecepatan. Jalur Lembah Anai kini menanti Anda, kapan pun waktu yang Anda pilih. (And)
