PADANG - 3 FEBRUARI 2026 - Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Provinsi Sumatera Barat memastikan komitmennya dalam menjaga konektivitas jalur lintas barat Sumatera. Setelah fokus pada pemeliharaan rutin di tahun lalu, ruas jalan Padang – Painan – Kambang kini bersiap masuk ke tahap perbaikan struktural pada tahun anggaran 2026.
Kepala Satker PJN Wilayah II Sumatera Barat, Masudi, ST., MT., menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2025, pihaknya harus memutar otak untuk mengelola anggaran yang sangat terbatas. Dengan dana sebesar Rp5,7 Miliar, Satker dituntut memelihara ruas jalan sepanjang 124,3 Km.
"Jika melihat angka, dana tersebut sangat minim untuk panjang jalan 124 km. Oleh karena itu, di tahun 2025 kami fokus pada pekerjaan pemeliharaan agar jalan tetap fungsional. Tidak ada pekerjaan efektif atau overlay, hanya penambalan lubang (patching)," ujar Masudi.
Meski menghadapi keterbatasan biaya yang jika dirata-ratakan hanya berkisar Rp45 juta per kilometer, pihak PJN II mengklaim kondisi jalan tetap terjaga dengan baik selama setahun penuh. Strategi patching yang tepat sasaran terbukti mampu melayani masyarakat pengguna jalan tanpa hambatan yang berarti.
"Alhamdulillah, meskipun dengan dana yang sangat terbatas, selama satu tahun jalan dapat berfungsi dengan baik untuk melayani masyarakat pengguna jalan," tambahnya.
Memasuki tahun 2026, Satker PJN II Sumbar meningkatkan level penanganan pada titik-titik yang sebelumnya belum tertangani secara permanen. Masudi menegaskan bahwa lokasi-lokasi yang mengalami kerusakan berat, seperti retak buaya (alligator cracking) dan area yang amblas, menjadi prioritas tahun ini.
Berbeda dengan tahun lalu, tahun 2026 ini akan dilakukan pekerjaan overlay (pengaspalan ulang). Langkah ini diambil untuk memberikan ketahanan struktur jalan yang lebih kuat dan meningkatkan kenyamanan berkendara, bukan sekadar menutup lubang secara reaktif.
Ringkasan Proyek Ruas Padang - Painan - Kambang:
• Total Panjang Penanganan: 124,3 Km
• Metode 2025: Pemeliharaan Rutin (Patching) - Fokus Fungsionalitas.
• Metode 2026: Pekerjaan Efektif (Overlay) - Fokus Penanganan Struktural/Kerusakan Berat.
• Target: Mengatasi amblas dan retak buaya yang belum tuntas di tahun sebelumnya.
Langkah taktis PJN Wilayah II ini mendapat sambutan positif dari para pelintas. Kondisi jalan yang kini mulai menunjukkan perbaikan signifikan dirasakan langsung oleh para sopir logistik yang setiap hari bergantung pada jalur ini.
Rusmadi (42), seorang sopir mobil box angkutan barang, mengungkapkan rasa syukurnya saat melintasi jalur tersebut. "Alhamdulillah, jalur yang sering kami lalui ini sudah jauh lebih layak sekarang," ungkapnya, yang diamini oleh beberapa rekan sopir dan pengendara motor lainnya di lokasi.
Dengan adanya peningkatan status pekerjaan dari pemeliharaan rutin menjadi penanganan efektif (overlay), diharapkan urat nadi perekonomian antara Kota Padang menuju Pesisir Selatan semakin lancar dan aman bagi seluruh pengguna jalan.
(And)
