-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Langkah Strategis PJN II Sumbar, Perkuat Urat Nadi Ekonomi di Perbatasan Dharmasraya

04 April 2026 | 04 April WIB Last Updated 2026-04-04T09:58:14Z


SOLOK SELATAN – 4 APRIL 2026 - Komitmen Pemerintah dalam memeratakan pembangunan infrastruktur di wilayah pinggiran Sumatera Barat kian nyata. Melalui Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Provinsi Sumatera Barat, proyek Peningkatan Jalan S. Sungkai - Log Batu Sandi / Batas Dharmasraya telah resmi berjalan dan menjadi tumpuan baru bagi bangkitnya ekonomi kerakyatan.


Langkah strategis ini dinilai sebagai terobosan penting untuk membuka keterisolasian wilayah dan mempercepat arus distribusi logistik antar-kabupaten.


Sejumlah pengguna jalan dan pelaku usaha transportasi memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kepala Satker PJN II Sumbar serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) PJN II Wilayah Sumbar. Keberhasilan dalam mengawal proyek senilai Rp 65,1 Miliar ini dianggap sebagai bentuk pengabdian nyata bagi masyarakat Solok Selatan.


"Kami melihat ini bukan sekadar proyek pembangunan biasa, melainkan langkah strategis yang sangat dinantikan. Terima kasih kepada pihak Satker dan PPK yang telah bekerja keras memastikan anggaran negara turun untuk memperbaiki urat nadi ekonomi kami di perbatasan," ungkap salah seorang tokoh masyarakat di S. Sungkai.


Proyek yang dikerjakan oleh PT. Arafah Alam Sejahtera dengan masa pelaksanaan 180 hari kalender ini menonjolkan aspek transparansi. Kehadiran papan informasi yang detail di lokasi proyek memudahkan publik untuk ikut serta dalam melakukan pengawasan mandiri.


Dukungan dari konsultan supervisi yang terdiri dari PT. Eskapindo Matra KSO, PT. Jasa Mitra Manunggal, dan PT. Indec Internusa, menjamin bahwa pengerjaan jalan ini dilakukan dengan standar teknis yang ketat. Hal ini memberikan keyakinan bagi pengguna jalan bahwa hasil akhir pembangunan akan memiliki daya tahan yang lama.


Peningkatan jalan ini diyakini akan memangkas biaya operasional kendaraan angkut hasil bumi secara signifikan. Selama ini, kondisi jalan yang menantang di perbatasan seringkali menjadi kendala bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan jalan yang lebih mantap, akses menuju pasar di Dharmasraya maupun pusat kota Solok Selatan akan menjadi lebih efisien.


Masa pemeliharaan selama 365 hari kalender juga menjadi bukti tanggung jawab Satker PJN II Sumbar dalam menjaga kualitas aset negara tersebut. Sinergi antara pemerintah, penyedia jasa, dan masyarakat ini diharapkan menjadi katalisator bagi kemajuan Sumatera Barat secara menyeluruh.


Laporan: Redaksi KJI

Kontributor: Kabupaten Solok Selatan


×
Berita Terbaru Update